SiapaBilang : Dua WNI Selamat Dari Ledakan Maut di Konser Ariana Grande

Para fans Ariana Grande meninggalkan hotel Park Inn di Manchester, Inggris (23/5). (AP Photo/Rui Vieira)

Dua WNI yang menonton konser Ariana Grande Senin malam di Manchester, Inggris dipastikan selamat dari ledakan bom bunuh diri yang terjadi seusai pertunjukan.

 

 

Dua mahasiswi Indonesia di Manchester, Inggris dipastikan selamat dari ledakan yang terjadi di luar gedung Manchester Arena, tempat berlangsungnya konser penyanyi Ariana Grande hari Senin malam waktu setempat (22/5).

Arya Bhaswara, mahasiswa Indonesia di Manchester, Inggris (dok: Arya Bhaswara)

Arya Bhaswara, mahasiswa Indonesia di Manchester, Inggris (dok: Arya Bhaswara)

“Mereka dua-duanya pelajar dan dua-duanya sedang mengambil S2 di University of Manchester. Dua-duanya perempuan,” papar Arya Bhaswara, mahasiswa Indonesia di University of Manchester yang menjabat sebagai wakil ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) untuk Greater Manchester (GM), kepada VOA.

Arya mengaku mendapat kabar tentang ledakan yang merupakan aksi bom bunuh diri itu dari akun media sosial Instagram milik salah satu mahasiswi yang menonton.

“Terjadinya sekitar pukul setengah 11 malam, hampir jam 11. Itu kebetulan aku lagi enggak di deket daerah situ untungnya, lagi nonton film di daerah lain. Pertamanya aku dengar beritanya dari Instagram (IG) story-nya temanku (yang menonton). Tiba-tiba ada kerusuhan di luarnya Arena, ternyata ada ledakan,” jelas Arya.

Kelompok teroris ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas ledakan dahsyat itu. Insiden yang terjadi seusai konser ini menewaskan 22 orang dan 59 lainnya luka-luka.

“Jadi kalau menurut (mahasiswi yang menonton) lampunya itu pas nyala, Ariana Grande-nya pergi ke backstage selesai konser, habis itu tiba-tiba ada suara ledakan. Jadi singkatnya kayak gitu sih, habis itu semua orang pada lari keluar semua. Polisi-polisi pun sudah langsung pada kumpul semua enggak lama kemudian setelah itu. Dia bilang dia melihat ada orang yang ketembak di kakinya,” kata Arya.

Menurut Arya, kedua mahasiswi Indonesia tersebut langsung pulang ke rumah pasca kejadian. Setelah mendapat kabar mengenai ledakan itu, Arya langsung menghubungi para pelajar asal Indonesia lainnya di Manchester.

“Nah, habis itu reaksi yang aku lakukan langsung enggak lama setelah mendengar hal ini mengkonfirmasi ya, pastinya ke grup-grup PPI-GM yang di sini, buat memastikan kalau misalnya ada warga negara Indonesia yang jadi korban atau yang seenggaknya nonton (konser). Habis itu tapi untungnya sampai sekarang belum ada yang bilang mereka kenal orang, warga Indonesia, yang jadi korban celaka atau apa. Dan yang nonton pun kalau dari kabar orang-orang cuman dua orang so far yang sudah terkonfirmasi,” ujar Arya.

PPI-GM sudah mengeluarkan surat edaran resmi terkait dengan ledakan di Manchester Arena ini dan menganjurkan para mahasiswa untuk menghubungi PPI-GM jika mendapat informasi baru. Selain itu PPI-GM juga tengah bekerja sama dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di London untuk memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban.

Image may contain: text

Pernyataan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Greater Manchester (PPI-GM) terkait Aksi Terorisme di Manchester Arena

Manchester, Inggris – Perhimpunan Pelajar Indonesia di Greater Manchester (PPI-GM) mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi di Manchester Arena, Kota Manchester, pada Senin malam (22/5) waktu Inggris Raya. Kami juga ingin menginformasikan bahwa 2 (dua) orang mahasiswa pascasarjana asal Indonesia di Manchester yang menghadiri konser Ariana Grande di Manchester

“Prosesnya sekarang lagi mencari tahu korbannya sih sebenarnya yang 22 orang itu, sama beberapa yang lain yang luka, kayak nasionalismenya apa terutama, soalnya siapa tahu ada warga negara Indonesia yang enggak terdata dan kemudian masuk di salah satu golongan 22 orang itu. Sebenarnya lagi ada salah satu orang KBRI yang datang ke Manchester ini buat mencari tahu,” ucap Arya.

Pasca ledakan di Manchester Arena warga sempat dibuat panik oleh sebuah insiden yang terjadi di Arndale, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Manchester.

“Sempat ada masalah lagi di Arndale yang ternyata setelah di konfirmasi sama berita itu enggak ada hubungannya sama pemboman yang kemarin. Tapi Arndale gara-gara lagi panik juga akhirnya di tutup Arndalenya. Arndale itu city centernya Manchester kayak salah satu mal gedenya gitu di sini. Sebenarnya enggak tahu gara-gara apa, cuman ditemukan orang ditangkap polisi, habis itu langsung ditutup, takutnya ada hubungan sama yang membom kemarin itu. Habis itu polisi-polisi bersenjata juga datang ke Arndale, jadi tadi sempat ditutup untuk beberapa lama,” kata Arya.

Situasi di Manchester saat ini sudah kembali normal. Sekolah, kampus dan perkantoran tetap buka walaupun stasiun kereta di dekat gedung konser dan beberapa daerah sekitar sempat ditutup.

“Itu kan kebetulan konsernya itu di dekat stasiun kereta namanya Victoria Station. Itu Victoria Station-nya langsung ditutup. Habis itu jalur tram juga langsung ditutup. Tapi kalau busway dan sebagainya masih jalan sih sampai sekarang. Cuman orang-orang memang sangat dianjurkan buat menjauh dulu dari city centernya,” papar Arya.

Beberapa jam setelah kejadian Ariana Grande juga menyampaikan kesedihannya melalui Twitter yang disambut dengan dukungan positif dari sesama artis.

 

Hingga kini masih banyak penonton konser Ariana Grande yang hilang dan belum bisa dihubungi oleh keluarga dan teman-temannya. Diantara para “Arianator,” begitu sebutan untuk penggemar Ariana Grande ini, adalah anak-anak. Media sosial Twitter terus diramaikan oleh orang-orang yang saling mencari teman atau keluarga yang ikut menonton.

Sumber : VOA Indonesia

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •