Pale Blue Dot
on April 20, 2021 63 views

Sudah 30 tahun lebih sejak Bumi dipotret oleh wahana antariksa Voyager 1 dari jarak 6 miliar kilometer. Bumi tampak hanya sebagai satu titik biru pucat di tengah keluasan antariksa di foto itu.

Dalam "Pale Blue Dot", Carl Sagan memaknai foto Bumi dari jarak terjauh itu—sebagai suatu titik di mana kita semua berada, yang ternyata amat kecil dibanding besarnya semesta. Lantas Sagan membahas upaya manusia menjelajah ke luar Bumi, mempelajari planet-planet di Tata Surya, dan apa artinya bagi masa depan manusia.

Dan sepeninggal Sagan, kita terus melakukan berbagai upaya meneliti alam semesta—New Horizons memotret Pluto pada 2015, penemuan gelombang gravitasi pada 2017, foto pertama lubang hitam pada 2019, dan yang terbaru, penjelajahan Perseverance di Mars.

Walau begitu, masih banyak pertanyaan. Mengapa kita belum mengirim manusia lagi ke Bulan atau bahkan ke Mars? Apa yang sudah kita ketahui mengenai dunia-dunia lain di Tata Surya? Bisakah kita menemukan atau membuat rumah baru bagi manusia di luar Bumi?

Bersama Tri L. Astraatmadja, ahli astronomi di Space Telescope Science Institute AS, dan Avivah Yamani, komunikator astronomi di Langit Selatan kita akan berbincang tentang karya Carl Sagan yang tak pernah lekang oleh zaman, "Pale Blue Dot".

Info buku: https://siapabilang.com/buku-pale-blue-dot/

#LangitSelatan#Astronomi#KajianSainsPopuler

Be the first person to like this.