Re: dan peRempuan
on May 28, 2021 11 views

Lebih dari satu dasawarsa setelah kisah Re—seorang perempuan yang dipaksa menjadi pelacur lesbian—dibukukan, perempuan masih rentan menjadi korban prostitusi. Polda Metro Jaya mencatat selama Januari-Februari terdapat 286 perempuan menjadi korban eksploitasi, 91 di antaranya anak di bawah umur. Mucikarinya macam-macam, ada yang orangtua sendiri, saudara, kerabat dekat, sampai pacar.

Selama pandemi, tempat-tempat hiburan memang dilarang beroperasi. Tapi para mucikari ternyata tidak kehilangan akal. Aplikasi daring menjadi andalan mereka untuk tetap 'menjajakan'.

Untuk itu, "Re: dan peRempuan" kembali dicetak ulang, kali ini tak terpisahkan. Buku ini seolah jadi pengingat bahwa isu eksploitasi perempuan belum kelar. Mari bersua dalam "Ngabu-Book-Read Re: dan peRempuan" bersama penulisnya, Maman Suherman dan kawan-kawan aktivis perempuan, Minggu, 25 April 2021 pukul 16.00 WIB.

Be the first person to like this.