Penerbit Balai Pustaka
Perubahan wajah novel "Pertemuan Jodoh" karya Abdoel Moeis dari tahun ke tahun. Kamu punya sampul yang mana, nih? #Transformasicover #PertemuanJodoh #AbdoelMoeis #KPGXBalaiPustaka
Be the first person to like this.
Penerbit Balai Pustaka
Karya dibawah naungan penerbit Balai Pustaka yang diterbitkan kembali oleh penerbit KPG : https://siapabilang.com/buku-pertemuan-jodoh/
Penerbit Balai Pustaka
Karya dibawah naungan penerbit Balai Pustaka yang diterbitkan kembali oleh penerbit KPG : https://siapabilang.com/buku-neraka-dunia/
Penerbit Balai Pustaka
Karya dibawah naungan penerbit Balai Pustaka yang diterbitkan kembali oleh penerbit KPG : https://siapabilang.com/buku-anak-dan-kemenakan
Penerbit Balai Pustaka
Karya dibawah naungan penerbit Balai Pustaka yang diterbitkan kembali oleh penerbit KPG : https://siapabilang.com/buku-semasa-kecil-di-kampung/wall/
Penerbit Balai Pustaka
Karya dibawah naungan penerbit Balai Pustaka yang diterbitkan kembali oleh penerbit KPG : https://siapabilang.com/buku-perang-padri-di-sumatra-barat/wall/
Penerbit Balai Pustaka
Catatan di Sumatra, salah satu buku terbitan Balai Pustaka yang dicetak ulang oleh penerbit KPG. Kamu sudah baca belum, Sobat Sibil? Info bukunya bisa cek ke laman di bawah ini, ya. https://siapabil...View More
Penerbit Balai Pustaka
Ini unggahan terakhir. Untuk kembali ke atas, klik : https://siapabilang.com/penerbit-balai-pustaka/wall/ Untuk kembali ke laman Penerbit, klik : https://siapabilang.com/pages/category/3/penerbit
Load More
Description



Balai Pustaka pertama kali didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda dengan nama Commissie voor de Inlansche School en Volkslectuur (Komisi Bacaan Rakyat) pada 1908. Commissie voor de Inlansche School en Volkslectuur resmi berganti nama menjadi Balai Pustaka (saat itu dengan ejaan lama: Balai Poestaka) pada 1917.

Balai Pustaka menerbitkan berbagai macam buku, baik fiksi maupun nonfiksi. Terbitan Balai Pustaka paling terkenal adalah karya-karya sastra klasik yang kini menjadi kanon. Pada 2017, Balai Pustaka berusia 100 tahun dan merilis slogan "mencerdaskan dan mencerahkan" yang ditandai dengan penggiatan konten-konten pendidikan karakter melalui buku dan multimedia.