Description


 

Sinopsis

“Saya sempat menyaksikan balkon tempat Nelson Mandela dulu memberikan pidato pertama setelah bebas dari penjara rezim apartheid. Nelson Mandela memang sosok luar biasa. Meski lama dipenjara oleh rezim apartheid, dia malah mengajak rekonsiliasi. Ini bedanya dengan di Indonesia. Dendam sejarah dipelihara untuk komoditas politik para politisi busuk.”

Naik Puisi: Catatan Seorang Penyair-Pengelana adalah kisah perjalanan Tan Lioe Ie selama mengikuti festival sastra di berbagai negara dan di dalam negeri. Dengan gaya bahasa yang renyah, Tan Lioe Ie tidak hanya memotret perbedaan kondisi antara Indonesia dan negara-negara lain, tetapi juga bermacam peristiwa unik dan lucu yang dia alami bersama kawan-kawannya di berbagai tempat dan kesempatan. Ketika di Paramaribo, Suriname, misalnya, dia mampir ke sebuah toko suvenir yang menjual jimat untuk menang judi di kasino. Kepada kawannya, dia berbisik, “Jika jimat untuk menang judi ampuh, mestinya dia tak usah repot membuka toko oleh-oleh. Dipakai saja sendiri….”

Spesifikasi Produk

Penulis: Tan Lioe Ie
Editor: Udji Kayang
Perancang Sampul & Penataletak: Wendie Artswenda
Kategori: Nonfiksi, Memoar
Terbit: 30 Juni 2021 
Harga: Rp 90.000
Tebal: 272 halaman
Ukuran: 135 mm × 200 mm
Sampul: Softcover
ISBN: 9786024816063
ID KPG: 592101923
Bahasa: Indonesia
Usia: 15+
Penerbit: KPG

Dapatkan buku cetak di:
Gramedia.com
Gramedia Store
KPG Official Shop di Shopee Mall
Gramedia Official Shop di Shopee Mall
Gramedia Official Store di Tokopedia
Gramedia Official Store di Blibli
Gramedia Official Store di JD.ID

E-Book
Gramedia Digital

Buku Terkait

 

 


#NaikPuisiCatatanSeorangPenyairPengelana #TanLioeIe #Nonfiksi #Memoar #PenerbitKPG