Description



Sinopsis

Jalan damai syiar Islam tak hanya dilakukan Wali Sanga di Jawa. Setelah era mereka, di Aceh, misalnya, Abdurrauf al-Singkili mampu menjadi penengah pertikaian antar-pemeluk Islam dan mengembangkan tarekat Syattariyah. Dia menekankan, umat Islam tidak boleh sembarangan menuduh orang atau kelompok lain sesat dan kafir. Di Pulau Bawean, Waliyah Zainab meneruskan misi suaminya yang tewas untuk menyebarkan Islam dengan menonjolkan kesadaran komunal lewat zikir dan puja-puji. 

Selain Abdurrauf al-Singkili dan Zainab, buku ini mengisahkan sembilan tokoh lain dari penjuru Nusantara yang menyebarkan Islam secara damai. Mereka ialah Burhanuddin Ulakan dari Padang Pariaman, Sumatra Barat; Tubagus Muhammad Falak bin Abbas dari Bogor; Syekh Abdul Muhyi dari Tasikmalaya; Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dari Banjarmasin; Sunan Prapen, cucu Sunan Giri, yang menyebarkan Islam hingga Lombok, Nusa Tenggara Barat; Datuk ri Bandang, Datuk ri Pattimang, dan Datuk ri Tiro dari Minangkabau yang menyebarkan Islam di Sulawesi hingga Bima, Nusa Tenggara Barat; dan Syekh Yusuf alMakassari dari Sulawesi, yang melakukan syiar di Banten dan luar negeri. 

Semoga kisah mereka—yang memperbesar nama Islam di Nusantara—dapat menjadi teladan untuk memaknai kembali nilai keislaman yang tidak saling menghujat dan menganiaya, melainkan mendekatkan kita kepada Sang Pencipta.

Spesifikasi Produk

Penulis: Redaksi TEMPO
Kategori: Nonfiksi, Sejarah, Biografi
Terbit: 27 Juli 2020
Harga: Rp 60.000
Tebal: 133 halaman
Ukuran: 160 x 230 mm
Sampul: Softcover
ISBN: 9786024814427
ID KPG: 592001827
Usia: 15+
Bahasa: Indonesia
Penerbit: KPG




Dapatkan buku cetak di:

- Gramedia.com

Gramedia Official Shop di Shopee Mall
Siapa Sangka 


E-book
Gramedia Digital

Buku Terkait

 

 

 

 

 

 

#SeriBukuTempo #SeriTempo #SeriTempoWaliNusantara #WaliNusantara #Sufisme #RedaksiTempo #Nonfiksi #Sejarah #Biografi #PenerbitKPG