by on July 31, 2022
| Mulanya, saya berniat hanya akan mengandalkan catatan Ahmad Sahal dan Rizal Malarangeng dalam memberikan komentar untuk buku Pembentuk Sejarah karya Goenawan Mohamad ini. Sahal, dalam kata pengantarnya menekankan bahwa Goenawan Mohamad menolak konsentrasi kekuatan fisik dan simbolik—karena secara struktural itu senantiasa mengandung pemaksaan dan karena itu cenderung mendorong ketidakmerdekaan. Juga, melalui frasa yang lahir dalam sajaknya, "kita bersandar pada angin", Sahal melihat Goenawa...
60 views 0 likes