Hadiah Sastra Ayu Utami untuk Pemula "RASA"
  Sastrawan Ayu Utami akan memberikan penghargaan karya sastra untuk pemula dengan nama Hadiah Sastra untuk Pemula "Rasa". Hadiah sebesar Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah) ini diberikan kepada pemenang sayembara buku kategori novel dan/atau kumpulan cerita pendek berbahasa Indonesia. Sayembara ini akan diadakan tahunan dan dibuka untuk penulis pemula. Yang dimaksud penulis pemula di sini adalah yang baru menerbitkan tak lebih dari tiga buku solo. Untuk tahun ketiga ini, kompetisi dibuka untuk buku yang diterbitkan dari November 2022 hingga Desember 2023. Persyaratan dan Ketentuan Sayembara Ketentuan 1 (tentang Penulis Pemula): - Belum pernah mendapatkan penghargaan sastra. - Baru menerbitkan sebanyaknya 3 (tiga) buku novel/kumpulan cerpen sendiri (bukan antologi bersama penulis lain).   Ketentuan 2 (tentang Karya yang Diikutsertakan): - Novel atau kumpulan cerita pendek dalam bahasa Indonesia yang telah diterbitkan sebagai buku fisik ber-ISBN periode Oktober 2022 sampai Desember 2023. - Novel atau kumpulan cerpen itu boleh karya satu penulis pemula atau kerja sama penulis-penulis pemula yang namanya tercantum di buku itu. - Melampirkan kopi surat identitas dan surat pernyataan bahwa karya bukan plagiat. - (Jika karya bersama) Melampirkan surat kuasa dari semua penulis yang terlibat kepada salah satu penulis yang akan mewakili semua penulis terlibat untuk menerima hadiah. - Mengirimkan tiga eksemplar buku dan lampiran-lampiran sesuai syarat di atas selambatnya tanggal Minggu 31 Desember 2023 (cap pos) ke alamat panitia:   Panitia Hadiah Sastra Ayu Utami untuk Pemula "Rasa" #3 Komunitas Utan Kayu Jalan Utan Kayu Raya 68H, Matraman Jakarta Timur 13120   Ketentuan 3 (Lain-lain): - Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat. - Pemenang akan diumumkan pada April 2024. - Panitia berhak membatalkan hadiah jika dalam kurun satu bulan setelah pengumuman ada pengaduan dan terbukti ada pelanggaran Ketentuan 1 & 2. - Antara pengumuman pemenang dan pemberian hadiah akan ada senjang waktu sebulan untuk panitia menerima pengaduan dan membuktikan pelanggaran Ketentuan 1 & 2. - Kewajiban pajak yang berkenaan dengan hadiah ini ditanggung penerima. - Keikutsertaan dalam kompetisi ini sekaligus berarti persetujuan pada semua ketentuan kompetisi.   Hadiah Sayembara Uang tunai sejumlah Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah) untuk pemenang pertama.     Tentang Rasa Nama Rasa dipilih setelah Ayu Utami belakangan ini melakukan penelusuran mengenai konsep Rasa dalam masyarakat Nusantara atau Indonesia. Menurut Ayu, “rasa” adalah pemahaman yang sangat penting dalam masyarakat kita, yang mempertautkan estetika dan pemikiran filosofis. Melalui riset naskah dan praktik mengajar, Ayu mencoba mengembangkan teori estetika Rasa, yang bisa digunakan secara praktis untuk penulisan kreatif maupun sebagai kerangka teoretis untuk menilai karya sastra. Sebagai alat bantu penulisan kreatif, Ayu mengembangkannya dalam kelas menulis yang telah ia ampu selama sembilan tahun, sejak 2013, di Komunitas Salihara dan Komunitas Utan Kayu. Metode pengajarannya itu telah diterbitkan pula sebagai buku: Menulis dan Berpikir Kreatif Cara Spiritualisme Kritis (Jilid 1 & 2) serta Menulis Kreatif dan Berpikir Filosofis (bersama Yulius Tandyanto) oleh penerbit KPG. Latar Belakang Ayu mulai mengembangkan pengajaran menulis kreatif secara sistematis sejak 2013 dalam Kelas Menulis dan Berpikir Kreatif di Komunitas Salihara. Dengan sekitar 75 murid untuk dua jenis kelas per tahun (kelas menulis pendek dan menulis panjang), alumni kelas itu diperkirakan mencapai 500 (catatan: banyak murid yang sama mengikuti kedua jenis kelas). Pada awalnya, Ayu hanya ingin memberikan hadiah sastra bagi pemula untuk memicu murid-muridnya. Tapi, karena pembaca buku Menulis dan Berpikir Kreatif Cara Spiritualisme Kritis tidak hanya yang mengikuti kelas di Salihara, maka “murid” Ayu pun tidak bisa dibatasi pada peserta kelas. Ide memberi hadiah pun dibuka untuk umum. Pada tahun 2018 Ayu mendapat penghargaan Achmad Bakrie Award untuk kategori kesusastraan. Dalam pidato penerimaan hadiah itu, Ayu mengumumkan bahwa penghargaan tersebut akan ia olah sebagai hadiah sastra bagi pemula. Karena satu dan lain hal, juga karena situasi pandemi Covid-19, rencana itu baru dilaksanakan tahun ini. Ayu Utami menerima penghargaan dari dalam dan luar negeri. Selain Achmad Bakrie Award, penghargaan lain adalah Khatulistiwa Literary Award/Kusala Sastra Khatulistiwa (2008), Majelis Sastra Asia Tenggara untuk penulis kreatif (2008), Prince Claus Award (2000), Novel Terbaik Dewan Kesenian Jakarta (1998). Novel pertama Ayu, Saman (1998), dianggap mendobrak tabu dan memperluas cakrawala sastra Indonesia dengan model penulisan yang baru, dan telah diterjemahkan ke beberapa bahasa asing.  
Kelas Sastra dan Filsafat
  Kelas Sastra dan Filsafat untuk Pemula diadakan secara hibrida pada Agustus 2020. Hibrida dalam arti pertemuan diselenggarakan dalam dua mode: tatap muka dan daring. Pertemuan tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat dilakukan di Serambi Utan Kayu, Komunitas Utan Kayu, Jakarta Timur. Pada waktu bersamaan, peserta daring mengakses kelas melalui Zoom. Kelas dipandu Ayu Utami dan Yulius Tandyanto, berbekal buku pendamping Menulis Kreatif dan Berpikir Filosofis. Ayu Utami adalah novelis yang mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar Indonesia, antara lain Prince Claus Award 2000 dan Ahmad Bakrie Award 2018. Ayu mengembangkan model pengajaran menulis kreatifnya sejak 2013. Ia menerbitkan, antara lain dua jilid buku Menulis dan Berpikir Kreatif Cara Spiritualisme Kritis. Kali ini, ia menggandeng Yulius untuk memperkenalkan panorama perdebatan filsafat dari klasik sampai modern, sehingga bisa memperkaya dan menambah bobot tulisan peserta. Yulius Tandyanto adalah peneliti teks-teks filsafat dari STF Driyarkara, sekarang sedang menempuh studi doktoral di Universitas Freiburg, Jerman. Rekaman Kelas Sastra dan Filsafat untuk Pemula kini bisa dinikmati semua orang di mana pun dan kapan pun dalam wujud modul pembelajaran daring. Apa saja yang bisa dipelajari dan ditawarkan di kelas ini? Menulis kreatif dimulai dengan intuisi, baru beranjak pada abstraksi, Latihan-latihan menulis kreatif di awal dan akhir sesi, Latihan berpikir filosofis dalam terapan di dalam cerita (karya sastra), Menulis ditempatkan sebagai sarana untuk menemukan dan mengaktualisasikan diri yang otentik, Membuktikan bahwa kita bisa menulis tanpa harus punya ide awal yang jelas (sebab menulis justru merupakan proses penjernihan ide). *** Akses penuh Kelas Sastra dan Filsafat untuk Pemula bersama Ayu Utami dan Yulius Tandyanto di sini.  #KelasSastradanFilsafatuntukPemula #SahabatTanpaBatas #KPGXKognisi
Bhinneka
  Sinopsis Kenapa Bhinneka? Karena buku ini merupakan persembahan kepada kebhinnekaan kebudayaan Indonesia di bidang agama (dalam hal ini agama Islam dan Konghucu), sastra (di sini empat karangan tentang sastra Indonesia lama, dunia hikayat, dan teks sejarah), serta bahasa (tata bahasa Indonesia yang baik dan benar, di samping beberapa jenis kode kacau dan gokil milik anak-anak muda). Kebhinnekaan bukan saja pembahasan berbagai bidang berbeda, melainkan juga berada di tengah setiap bidang itu bila norma dan ortodoksi bersanding dengan perilaku yang menyimpang atau marginal. Ziarah makam menimbulkan berbagai pertentangan, seperti juga bahasa sandi bentrok dengan usaha pembakuan bahasa.  Pertentangan jenis itu menimbulkan macam-macam perdebatan dan perselisihan, kaum baku dan ortodoks merasa terancam oleh setiap langkah menyimpang dari norma standar, tetapi bangsa Indonesia tunggal ika selalu. Spesifikasi Produk Penulis: Henri Chambert-Loir Editor: Ade Pristie Wisandhani Perancang Sampul: Ellen Halim Penataletak Isi: Diah Novitasari Kategori: Nonfiksi, Sosial Terbit: 31 Januari 2024 Harga: Rp90.000 Tebal: 417 halaman Ukuran: 160 mm x 240 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786231341532 ISBN Digital: 9786231341549 ID KPG: 592402242 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG bersama EFEO (École française d’Extrême-Orient) Dapatkan buku cetak di: Gramedia.com Gramedia Store KPG Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Store di Tokopedia E-book Gramedia Digital Buku Terkait       #SeriEFEO #Bhinneka #HenriChambertLoir #Nonfiksi #Sosial #PenerbitKPG
1 like
Rubanah: Antologi Cerita Hari Kesehatan Jiwa
  Sinopsis “Aku ingin sekali tinggal dalam kepalamu. Kepalamu penuh cerita. Pasti nyaman sekali di sana.” Sutarjo merasa ngeri dengan ucapan Sutari. Dia tahu, sudah lama adiknya memendam kebencian padanya. Terhitung sejak bapak mereka menyusul ibu mereka dua tahun lalu dan perkara warisan menjadi ajang debat keduanya.  (Sutari di Kepala Sutarjo, Marliana Kuswanti, Juara I) “Anda benar. Tapi, anak-anak seperti saya terlahir dengan pola pikir yang berbeda dari bocah pada umumnya. Kami dituntut lebih dewasa dari yang seharusnya. Bukankah menjadi dewasa bukan perihal berapa lama seseorang hidup di dunia ini?” “Hm—” (Interogasi, Aldi A., Juara II) Kutahan rasa panas pada titik beban simpul jarit di pundak. Kendati pun, aku tak boleh menganggap semua tugas sebagai beban, menjadi seorang istri dan ibu adalah karunia. Dengan tugas-tugas inilah maka seorang wanita termuliakan. Seberat apa pun, hatiku harus sebebal baja. (Sebebal Baja, Rosita Amalia, Juara III) Spesifikasi Produk Penulis: Marliana Kuswanti, Desi Puspitasari, Solihati Lathifa Sakina, Muhammad Ikhsan, Ricky Syah R, Rosita Amalia, Aldi A, Mashdar Zainal, Besse Herawaty Ramadhania, dan Elsa Malinda Editor & Perancang Sampul: Angelina Enny Penyelia Aksara: Jason Abdul Penataletak: @Fauzi_Sukri Kategori: Fiksi, Cerpen Terbit: NON-STO (Hanya terbit digital di Gramedia Digital), Hak Terbit versi cetak pada Sekacil: Agustus 2021, Hak terbit versi digital pada KPG: Desember 2023 Harga: Rp50.000 Tebal: 128 halaman Ukuran: 115 mm x 190 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786239598600 ISBN Digital: 9786231341396 ID KPG: 592302228 Usia: 17+ Bahasa: Indonesia Penerbit: Sekala Kecil bersama KPG E-Book: Gramedia Digital Buku Terkait       #Rubanah #Fiksi #Cerpen #SekalaKecil #PenerbitKPG  
Saudade: Kisah-kisah tentang Kehilangan
  Sinopsis KUDA itu memaksaku terbang bersamanya untuk bertemu Ibu. “Tapi aku tidak tahu Ibu ada di mana, bahkan Ayah juga tidak tahu keberadaan Ibu,” bisikku. Ia berkata Ibu ada di bulan. “Tapi aku tidak punya sayap. Aku tidak bisa terbang.” Kuda itu berkata aku punya sayap, hanya perkara mengingat dan melupakan.  “Terkadang kita terlalu percaya bahwa hidup itu berjalan lurus, dan jalan lurus itu lantas dipaksakan—sering atas nama agama, ideologi, moralitas, kemajuan, prestasi, dan sebagainya. Absurditas membongkar itu. Hidup tidak selalu (atau selalu tidak) lurus seperti nilai-nilai kita. Kita hanya harus menghadapinya. Pentingnya cerita-cerita seperti yang ada di kumpulan ini adalah membuat kita sejenak memandang dari suatu lanskap pengalaman di mana ukuran tidak berkuasa. Itu adalah pengalaman kebebasan juga. Yang berharga.” — AYU UTAMI, penulis  “Richard menuturkan cerita-ceritanya dengan kenakalan yang muncul dalam berbagai cara. Lewat pilihan kata yang tidak biasa tanpa jadi memaksa. Lewat penyematan twist yang apik di kisah yang epik. Juga lewat tipuan judul-judul sederhana yang menyembunyikan perasaan-perasaan yang sukar dicerna.” — RIZAL IWAN, penulis Spesifikasi Produk Penulis: Richard Wijaya Editor: Aziz Azthar Penyelia Aksara: Angelina Enny Perancang Sampul & Ilustrasi: Leopold Adi Surya Penataletak: Leopold Adi Surya Kategori: Fiksi, Cerpen Terbit: NON-STO (Hanya terbit digital di Gramedia Digital), Hak Terbit versi cetak pada Sekacil: Desember 2021, Hak terbit versi digital pada KPG: 13 Desember 2023 Harga: Rp75.000 Tebal: 206 halaman Ukuran: 115 mm x 190 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786239598624 ISBN Digital: 9786231341389 ID KPG: 592302227 Usia: 17+ Bahasa: Indonesia Penerbit: Sekala Kecil bersama KPG E-Book: Gramedia Digital Buku Terkait       #Saudade #RichardWijaya #Fiksi #Cerpen #SekalaKecil #PenerbitKPG
Nuraga: Antologi Cerita Kesehatan Mental
  Sinopsis Kalau mati, kau tidak perlu mendengarku. Kau tidak perlu bekerja dan menghadapi bos yang mulutnya sepedas cabai. Kau tidak perlu menjadi bagian dari perkelahian orang tuamu. Kau juga tidak perlu menjawab pertanyaan teman-temanmu: Apakah kau baik-baik saja? Kenapa tidak pernah ikut berkumpul? Kau punya pacar baru? Bagaimana hubunganmu dengan lelaki yang waktu itu? Gagal lagi? —“Saat Orang Tua Bertengkar” (Erwina, Juara I)  Ada satu ujian terakhir dariku yang harus dia lalui juga jika dia sungguh berniat membawa perjodohan ini ke jenjang selanjutnya. Kalau dia gagal, aku tak sudi lagi muncul di hadapannya. Nomornya akan langsung kublokir. Tak peduli semisal orang tuaku—atau orang tuanya—akan memohon pertimbangan ulang, aku tak ada kompromi soal ini. —“Penalti Terakhir” (Nicco Machi, Juara II)  Andai saja aku yang sedang berada di atas panggung itu. Oh, Tuhan, pasti aku menjadi pria paling romantis yang dimiliki negara ini. Aku akan peluk tubuh Julia dari belakang. Dialog-dialog akan mengalir seperti sungai yang indah dan jernih, lalu penonton bertepuk tangan hingga pagi. — “Aktor yang Hidup dalam Mimpinya” (Rian Kurniawan Harahap, Juara III) Spesifikasi Produk Penulis: Erwina, Nicco Machi, Rian Kurniawan Harahap, Aldi A., Dadang Ari Murtono, Desy Amalia, Marsha Habib, P. Charity, Varla Rahaning, Veronica Gabriella, Gabriela Eunike Kuswandi Editor: Aziz Azthar Penyelia Aksara: Angelina Enny Perancang Sampul: Leopold Adi Surya Penataletak: @Fauzi_Sukri Kategori: Fiksi, Cerpen Terbit: NON-STO (Hanya terbit digital di Gramedia Digital), Hak Terbit versi cetak pada Sekacil: Januari 2023, Hak terbit versi digital pada KPG: November 2023 Harga: Rp35.000 Tebal: 139 halaman Ukuran: 115 mm x 190 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786239598631 ISBN Digital: 9786231341136 ID KPG: 592302211 Usia: 17+ Bahasa: Indonesia Penerbit: Sekala Kecil bersama KPG E-Book Gramedia Digital Buku Terkait       #Nuraga #Fiksi #Cerpen #SekalaKecil #PenerbitKPG
M. Fadjroel Rachman
  M. Fadjroel Rachman lahir di Banjarmasin, 17 Januari 1964. Dia pernah kuliah di Jurusan Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB). Terlibat Peristiwa 5 Agustus 1989 ITB, yakni demonstrasi menolak kehadiran Menteri Dalam Negeri Jenderal (Purn.) Rudini serta menuntut Presiden Soeharto mundur, dia divonis 3 tahun pidana dan ditahan di Penjara Militer Bakorstanasda, Bandung; Rutan Kebonwaru, Bandung; Lapas Batu, Nusakambangan; dan Lapas Sukamiskin, Bandung. Selama di ITB, Fadjroel aktif sebagai Presiden Grup Apresiasi Sastra (1985–1986), Perkumpulan Studi Ilmu Kemasyarakatan (PSIK), Badan Koordinasi Unit Aktivitas (BKUA; sebagai pendiri), Badan Koordinasi Mahasiswa Bandung (BKMB), Komite Pembelaan Mahasiswa (KPM), serta majalah Ganesha (sebagai pemimpin redaksi). Dia juga pernah aktif di klub diskusi kebudayaan Kelompok Sepuluh Bandung, Yayasan Tunas Indonesia (1992), dan Lingkar Muda Indonesia. Atas rekomendasi Mochtar Lubis, pada 1992 Fadjroel melanjutkan pendidikan S-1 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (Jurusan Manajemen Keuangan). Setelah itu, dia menempuh S-2 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan meraih magister hukum dengan kekhususan hukum ekonomi. Dia menuntaskan S-3 Ilmu Komunikasi dengan kekhususan komunikasi politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia pada 2021. Pada 1998, sebagai eksponen gerakan Reformasi, dia menjabat Presidium Forum Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia atau Forum Wacana UI, kini bernama Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI). Sejak mahasiswa, Fadjroel aktif menulis opini di harian Pikiran Rakyat (Bandung), Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, dan lain-lain. Kini, dia aktif sebagai anggota Dewan Penasihat Pengurus Pusat Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB), anggota Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), anggota Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi), mengelola Pedoman Research and Communication (PRC), dan anggota Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI). Selain itu, Fadjroel pernah bergabung dengan South East Asia Forum for Development Alternatives (SEAFDA), juga menjadi anggota Asia Pacific Youth Forum (Tokyo) dan presenter gelar wicara di Indosiar, TVRI, SunTV (grup RCTI), JakTV, serta radio JakNews FM. Tulisan-tulisan Fadjroel antara lain “Revolusi Mei 1998, Media Massa, dan Penghapusan Peran Politik, Teritorial, dan Bisnis TNI/Polri”, bagian dari Pers dalam “Revolusi Mei”: Runtuhnya Sebuah Hegemoni (Gramedia Pustaka Utama, 2000); Democracy Without the Democrats: On Freedom, Democracy, and the Welfare State (Friedrich Ebert Stiftung, 2006), yang diterjemahkan menjadi Demokrasi Tanpa Kaum Demokrat: Tentang Kebebasan, Demokrasi dan Negara Kesejahteraan (Penerbit Koekoesan, 2006). Dalam kesusastraan, karyanya diterbitkan dalam Antologi Puisi Pesta Sastra Indonesia (Pikiran Rakyat dan Kelompok Sepuluh Bandung, 1985), Catatan Bawah Tanah (YOI, 1993; diterbitkan kembali oleh Kepustakaan Populer Gramedia, 2024), Sejarah Lari Tergesa (Gramedia, 2005. Nominee Khatulistiwa Literary Award 2005), Bulan Jingga Dalam Kepala (novel, Gramedia, 2007), Dongeng untuk Poppy (Bentang Pustaka, 2007. Nominee Khatulistiwa Literary Award 2007), dan Labirin Cinta (sebagian sudah dibacakan dalam Temu Penyair Akhir Tahun 2022 Bandung, Menyapa Kata Menyapa Kita). Sajak-sajaknya dimuat dalam majalah sastra dan kebudayaan Horison, harian Kompas, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, Banjarmasin Post, dan lain-lain. Fadjroel menjadi Presiden Komisaris PT Adhi Karya (Persero) Tbk (2015–2019) dan Juru Bicara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (2019–2021). Sejak 2021–sekarang, dia menjabat Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan dan Republik Tajikistan.   #Penulis #PenulisKPG #FadjroelRachman #CatatanBawahTanah #IndonesiaMemilihPresiden #PenerbitKPG
TR
Sejak cerpen pertamanya dimuat di majalah Aneka Yess, ketika masih kuliah di Fikom Unpad Bandung, Triani Retno A. semakin rajin menulis. Kini, ratusan cerpennya telah dimuat di majalah, tabloid, dan koran (Story, Say, Kawanku, Aneka Yess, Sekar, Kartika, Gaul, Bobo, Mombi, Tribun Jabar, dll.). Dua puluh novel dan buku nonfiksinya telah terbit di berbagai penerbit, antara lain Kayla Twitter Kemping (Elex Media Komputindo) Ibuku Tak Menyimpan Surga di Telapak Kakinya (Diva Press), Siapa Mau Jadi Pacarku (Penerbit Andi), Bodyguard Bawel (Gramedia Pustaka Utama), Foolove (LPPH), Smile… Aku Naksir Kamu (Penerbit Andi), The Reunion (Penerbit Andi), dan 25 Curhat Calon Penulis Beken (Gramedia Pustaka Utama). Tulisannya pun ada dalam belasan antologi, antara lain Dalam Kasih Ibu (Glitzy), A Cup of Tea for Writer (Stiletto Book), Titik Balik (Leutika), dan Scary Moments (Indie Pro Publishing). Sering mengikuti lomba menulis dan beberapa kali menjadi pemenang. Di antaranya, Pemenang Harapan dalam Lomba Menulis Novel Islami (Mizan 2005, Gema Insani Press 2005, dan Tiga Serangkai 2006), Pemenang Berbakat Lomba Cerita Konyol Gramedia Pustaka Utama 2008, Pemenang Harapan Lomba Mengarang Cerita Detektif Majalah Bobo (2009), dan Pemenang I Lomba Kisah Inspiratif “Titik Balik” (Leutika, 2010). Kini masih tetap berulang tahun setiap tanggal 24 Desember, tetap menulis, dan menetap di Bandung. Dapat ditemui di FB: Triani Retno A, Grup FB: Curhat Calon Penulis Beken (admin), dan Twitter: @retnoteera.       #TrianiRetno #SeriBluestroberi #Limit #PenerbitIcecube #PenerbitKPG
2 likes
Copub
Apakah Lorem Ipsum itu? Lorem Ipsum adalah contoh teks atau dummy dalam industri percetakan dan penataan huruf atau typesetting. Lorem Ipsum telah menjadi standar contoh teks sejak tahun 1500an, saat seorang tukang cetak yang tidak dikenal mengambil sebuah kumpulan teks dan mengacaknya untuk menjadi sebuah buku contoh huruf. Ia tidak hanya bertahan selama 5 abad, tapi juga telah beralih ke penataan huruf elektronik, tanpa ada perubahan apapun. Ia mulai dipopulerkan pada tahun 1960 dengan diluncurkannya lembaran-lembaran Letraset yang menggunakan kalimat-kalimat dari Lorem Ipsum, dan seiring munculnya perangkat lunak Desktop Publishing seperti Aldus PageMaker juga memiliki versi Lorem Ipsum. Mengapa kita menggunakannya? Sudah merupakan fakta bahwa seorang pembaca akan terpengaruh oleh isi tulisan dari sebuah halaman saat ia melihat tata letaknya. Maksud penggunaan Lorem Ipsum adalah karena ia kurang lebih memiliki penyebaran huruf yang normal, ketimbang menggunakan kalimat seperti "Bagian isi disini, bagian isi disini", sehingga ia seolah menjadi naskah Inggris yang bisa dibaca. Banyak paket Desktop Publishing dan editor situs web yang kini menggunakan Lorem Ipsum sebagai contoh teks. Karenanya pencarian terhadap kalimat "Lorem Ipsum" akan berujung pada banyak situs web yang masih dalam tahap pengembangan. Berbagai versi juga telah berubah dari tahun ke tahun, kadang karena tidak sengaja, kadang karena disengaja (misalnya karena dimasukkan unsur humor atau semacamnya)   Dari mana asalnya? Tidak seperti anggapan banyak orang, Lorem Ipsum bukanlah teks-teks yang diacak. Ia berakar dari sebuah naskah sastra latin klasik dari era 45 sebelum masehi, hingga bisa dipastikan usianya telah mencapai lebih dari 2000 tahun. Richard McClintock, seorang professor Bahasa Latin dari Hampden-Sidney College di Virginia, mencoba mencari makna salah satu kata latin yang dianggap paling tidak jelas, yakni consectetur, yang diambil dari salah satu bagian Lorem Ipsum. Setelah ia mencari maknanya di di literatur klasik, ia mendapatkan sebuah sumber yang tidak bisa diragukan. Lorem Ipsum berasal dari bagian 1.10.32 dan 1.10.33 dari naskah "de Finibus Bonorum et Malorum" (Sisi Ekstrim dari Kebaikan dan Kejahatan) karya Cicero, yang ditulis pada tahun 45 sebelum masehi. BUku ini adalah risalah dari teori etika yang sangat terkenal pada masa Renaissance. Baris pertama dari Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", berasal dari sebuah baris di bagian 1.10.32. Bagian standar dari teks Lorem Ipsum yang digunakan sejak tahun 1500an kini di reproduksi kembali di bawah ini untuk mereka yang tertarik. Bagian 1.10.32 dan 1.10.33 dari "de Finibus Bonorum et Malorum" karya Cicero juga di reproduksi persis seperti bentuk aslinya, diikuti oleh versi bahasa Inggris yang berasal dari terjemahan tahun 1914 oleh H. Rackham.
1 like
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Didirikan tahun 1974, Gramedia Pustaka Utama merupakan bagian dari Kompas Gramedia, jaringan media terbesar di Indonesia. Fokus terbitannya kepada 12 bidang utama: Fiksi Dewasa, Fiksi Remaja, Fiksi Anak, Sastra - Literatur, Bisnis Ekonomi, Social Science, Pengembangan Diri, Kamus & Referensi, Boga, serta Busana & Kecantikan. Selama lebih dari 40 tahun penerbit Gramedia Pustaka Utama telah menjadi rumah bagi banyak penulis dan buku-buku terbaik di Indonesia. Beberapa nama penulis seperti Ahmad Tohari, Eka Kurniawan, Ahmad Fuadi, Marga T., Alberthiene Endah, Clara Ng., Agustinus Wibowo, Hermawan Kertajaya, Franz Magnis-Suseno, serta penulis internasional seperti Enid Blyton, Paulo Coelho, J.K. Rowling, Agatha Christie, J.R.R. Tolkien, Malcolm Gladwell, Dale Carnegie mempercayakan karyanya untuk selalu diterbitkan melalui Gramedia Pustaka Utama. Karya-karya terbitan Gramedia Pustaka Utama juga telah berhasil meraih berbagai penghargaan, baik nasional maupun internasional, di antaranya Kusala Sastra Khatulistiwa, Penghargaan IKAPI, Islamic Book Award, Anugerah Pembaca Indonesia, Gourmand World Cookbook Awards, Liberaturpreis Jerman, World Reader's Award, hingga dinominasikan dalam penghargaan Man Booker International Prize. Di samping itu, Gramedia Pustaka Utama juga selalu mendukung berbagai kegiatan pengembangan literasi di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan berpartisipasi aktif dalam Ubud Writers & Readers Festival, Makassar International Writers Festival, ASEAN Literary Festival, serta Singapore International Writers Festival. Saat ini, dengan lebih dari 30 ribu judul buku yang telah diterbitkan serta jalinan kerjasama dengan lebih dari 200 penerbit asing terkemuka dari AS, Belanda, Jerman, Belgia, Brasil, Denmark, Hong Kong, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Malaysia, dan Swis, Gramedia Pustaka Utama telah berhasil mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penerbit buku terbaik di Indonesia. Di masa depan Gramedia Pustaka Utama berkomitmen untuk tetap berusaha menjadi agen pembaruan bagi bangsa: memilih dan memproduksi buku-buku yang berkualitas, yang  memperluas wawasan, memberikan pencerahan, dan merangsang kreativitas berpikir, dengan dukungan teknologi. Founded in 1974, Gramedia Pustaka Utama is a part of Kompas Gramedia, Indonesia's largest media network. Gramedia Pustaka Utama focuses its publication on these 12 major areas: Adult Fiction, Young Adult Fiction, Children's Books, Literature, Business & Economy, Social Sciences, Self Improvement, Dictionary & Reference, Culinary Books and Beauty & Fashion. For more than 40 years Gramedia Pustaka Utama have been publishing many of Indonesia's best books and home to some of the finest writers. Indonesia's most established authors such as Ahmad Tohari, Eka Kurniawan, Ahmad Fuadi, Marga T., Alberthiene Endah, Clara Ng., Agustinus Wibowo, Hermawan Kertajaya, Franz Magnis-Suseno, as well as international authors like Enid Blyton, Paulo Coelho, J.K. Rowling, Agatha Christie, J.R.R. Tolkien, Malcolm Gladwell and Dale Carnegie have entrusted their works to be published by Gramedia Pustaka Utama. Many of our published books have won numerous national and international awards, including Kusala Sastra Khatulistiwa, IKAPI (Association of Indonesian Publishers) Award, Islamic Book Award, Anugerah Pembaca Indonesia (Indonesia Readers' Award), Gourmand World Cookbook Awards, Liberaturpreis Germany, World Reader's Award, and have been nominated for the Man Booker International Prize. Gramedia Pustaka Utama also supports literacy development activities in Indonesia and South East Asia by participating actively in Ubud Writers & Readers Festival, Makassar International Writers Festival, ASEAN Literary Festival, and Singapore International Writers Festival. Today, with more than 30 thousand published titles and through its cooperation with more than 200 leading foreign publishers from the US, Netherlands, Germany, Belgium, Brazil, Denmark, Hong Kong, India, the Great Britain, Italy, Japan, Germany, Canada, Malaysia and Switzerland, Gramedia Pustaka Utama has solidified its position as one of the best publishers in Indonesia. In the future, Gramedia Pustaka Utama is committed to being the nation's agent of change: to choose and produce quality books, to expand horizons, to enlighten people and stimulate creative thinking, all with the support of cutting-edge technologies.      
Penerbit KPG
Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) adalah salah satu penerbit di bawah payung Kelompok Kompas Gramedia yang memiliki tradisi memadukan bisnis dan kegiatan sosial. Leluri ini bersumber pada keyakinan bahwa profit dalam bisnis seyogianya diperoleh dari mengembangkan potensi sekeliling. Didirikan pada 1 Juni 1996 atas prakarsa Parakitri T. Simbolon, KPG berusaha meningkatkan melek sains dan keterbukaan pikiran pembaca dengan menerbitkan buku-buku sains dan humaniora, baik lokal maupun terjemahan. Seperti namanya, pustaka tersebut hendaklah populer: serius dan nikmat. Serius, berarti sanggup memberi pembaca pemahaman yang jernih atas satu perkara, menggairahkan pembaca untuk memikirkan atau merenungkan suatu perkara lebih jauh lagi, atau memberi kejutan—sepetak ruang hening di tengah hiruk-pikuk banjir informasi. Nikmat, maka bahasanya mengalir jelas, dan bila perlu disajikan dengan ilustrasi, kartun, ataupun dalam bentuk komik agar perkara rumit lebih gampang dipahami. Buku pertama KPG,  terbit pada 1996, adalah Politik Kerakyatan, cerita bergambar saduran Discorsi karya utama Niccolò Machiavelli. Setahun kemudian, Politik Kekuasaan, masih saduran karya Machiavelli, terbit hampir bersamaan dengan tiga karya duo kartunis Benny & Mice dalam seri Lagak Jakarta.  Seri ini mendapat sambutan luas setelah  pada 2007 terbit Edisi Lengkap Lagak Jakarta. Pembaca makin gandrung dengan duo kartunis Benny & Mice, sosiolog par excellence, setelah mereka meluncurkan buku-bukunya, 100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta (2008), dan Lost in Bali 1 (2008) dan Lost in Bali 2 (2009), di samping karya tunggal Benny, Dari Presiden ke Presiden 1 dan 2. Novel pertama KPG, Saman, karya Ayu Utami, terbit hampir bertepatan dengan awal berkecambahnya Reformasi di negeri ini. Saman memenangi beberapa penghargaan sastra, di antaranya Lomba Penulisan Novel DKJ 1998 dan Prince Claus Award pada 2000. Kehadiran novel ini cukup fenomenal. Bukan hanya mutu sastranya yang tinggi dan keberaniannya mengangkat isu-isu politik dan seksualitas perempuan yang ketika itu ditabukan, Saman dicetak ulang hingga lima kali hanya dalam waktu tiga bulan, hingga menjadi lokomotif untuk penerbitan sastra lokal. Kartun Fisika karya Larry Gonick yang terbit pada 2001 merupakan buku sains pertama KPG. Buku-buku sains lainnya, antara lain, adalah Seri Science Masters. Seri ini mencakup buku-buku populer karya saintis terkemuka dunia di  berbagai bidang, mulai dari fisika kuantum hingga kosmologi, dan dari palaentologi hingga neurologi. Dalam perkembangannya, KPG memiliki beberapa lini, yaitu POP dan IceCube untuk pembaca remaja dan dewasa muda, GAIA untuk ibu muda, Kiddo untuk anak-anak, dan Muara untuk pembaca Muslim, serta inisiatif oleh Comma Books. Tidak hanya menerbitkan buku, kini KPG juga bergerak di bidang penerbitan konten. About Us Founded in 1996, Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) is a book publisher based in Jakarta, Indonesia, under Gramedia Group, the largest publishing group in Indonesia. KPG specializes in fiction and popular nonfiction books, by local authors as well as translations of international works. KPG’s active imprints include KPG (mainstream fiction and nonfiction books), Kiddo (children’s books), Pop and Icecube (young adult fiction and nonfiction). Indonesian authors published by KPG includes award winners Ayu Utami and Leila S. Chudori, as well as bestselling authors Lukas Setia Atmaja, Naela Ali, and Marchella FP. KPG publishes the Indonesian translations of some world-famous titles such as Sapiens (Yuval Noah Harari), The Things You Can See Only When You Slow Down (Haemin Sunim), The Power of Habit (Charles Duhigg), Norwegian Wood (Haruki Murakami), and Cosmos (Carl Sagan). KPG has also published books by National Geographic since 2011.              Kirim naskah: dps.gramedia.com Resensi: kpg.bookmania@gmail.com     #PenerbitKPG
124 likes