Dari Kudus Menuju Prestasi Dunia
Sinopsis Tersaji di dalam buku ini perjuangan dan suka duka Perkumpulan Bulutangkis Djarum (PB Djarum) hingga bertahan selama 50 tahun. Semua bermula tahun 1969, di suatu lapangan bulutangkis sederhana. Waktu itu karyawan Djarum berolahraga setiap sore semata-mata agar sehat, tak ada program atau latihan khusus.Ditulis dengan gaya jurnalistik, disajikan pula cerita-cerita menarik para pemain kelas dunia yang dilahirkan oleh PB Djarum. Ambil misal Liem Swie King yang sering terbebani jika ditonton oleh ayahnya, Pak Witopo. Juga bagaimana King harus menggembleng dirinya agar memiliki stamina kuat dengan naik-turun anak tangga Masjid Sunan Muria yang berjumlah 375 buah sampai lima kali. Membaca buku ini kita bisa mengetahui bagaimana PB Djarum membina para pemainnya dan mengelola organisasi. Tak berlebihan bila para pembina dan peminat bulutangkis Indonesia patut membaca buku ini. “50 tahun PB Djarum ini hanya permulaan. Saya harap bisa 100 tahun lebih. Saya lihat usia klub-klub sepakbola di Inggris ratusan tahun. PB Djarum terus berjalan selama kita merasa perlu membantu mempersatukan Indonesia. Jadi itikad besar PB Djarum adalah membantu kejayaan sport untuk persatuan Indonesia.” ~ Victor R. Hartono “Seperti Tiongkok, dia sudah bukan nomor satu lagi. Ia juga mengalami banyak kemunduran. Jadi dunia itu berputar, yang di atas bisa jadi di bawah, yang di bawah jadi naik. Untuk atlet-atlet muda PB Djarum, mereka harus bisa menganalisis apapun untuk mencapai sesuatu, menjaga diri, menambah latihan di samping porsi yang diberikan. Tanpa itu enggak bisa melebihi yang lain.” ~ Robert Budi Hartono Spesifikasi Produk Penulis: Tim Historia Editor: Yoseph Kategori: Nonfiksi, Sejarah Terbit: 1 November 2019 Harga: Rp 80.000 Tebal: 346 halaman Ukuran: 150 mm x 230 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024812225 ID KPG: 591901686 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG Dapatkan buku di Gramedia.com Ebook Gramedia Digital Buku Terkait:         #DariKudusMenujuPrestasiDunia #TimHistoria #Nonfiksi #Sejarah #PenerbitKPG
Jagat Digital
Sinopsis Transformasi digital seperti tecermin dalam derasnya penetrasi layanan media sosial, mesin pencari, dan situs e-commerce, pada gilirannya telah menampakkan diri sebagai sebentuk aporia. Ia menawarkan pembebasan, sekaligus memendam intensi penguasaan. Ia menyajikan kemungkinan deliberasi, sekaligus memperlihatkan tendensi instrumentalisasi. Ia melahirkan peluang-peluang menjanjikan pada aras ekonomi kreatif, sekaligus menciptakan struktur kapitalisme baru yang memusatkan surplus ekonomi digital global hanya pada sedikit perusahaan di satu-dua negara saja. Buku ini menawarkan perspektif kritis tentang fenomena digitalisasi ketika pada umumnya publik bersikap positivistik dalam memandang fenomena tersebut. Penulis mencoba meneropong dimensi-dimensi “antidemokrasi” fenomena digitalisasi yang telanjur lekat dengan term demokratisasi. Buku ini juga menekankan perlunya keseimbangan perspektif dalam menelaah revolusi digital, positivistik, maupun kritis. Dalam konteks ini, integrasi suatu negara ke dalam lanskap informasi global membawa pengaruh positif sekaligus dampak destruktif. Setelah memetakan masalah-masalah yang muncul bersamaan dengan transformasi digital, penulis mengusulkan langkah-langkah yang perlu diambil pemerintah, DPR, komunitas media, maupun kalangan masyarakat dalam mengantisipasi integrasi Indonesia ke dalam ekosistem informasi global. Hal-hal ini perlu dilakukan agar Indonesia mampu mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dan mampu mengantisipasi dampak atau residu yang muncul secara memadai. Spesifikasi Produk Penulis: Agus Sudibyo Editor: Yoseph Kategori: Nonfiksi, Humaniora, Politik Terbit: 9 September 2019 Harga: Rp 90.000 Tebal: 488 halaman Ukuran: 150 mm x 230 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024812126 ID KPG: 591901687 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG Dapatkan buku di Gramedia.com E-Book Gramedia Digital Buku Terkait:       #JagatDigital #AgusSudibyo #Nonfiksi #Humaniora #PenerbitKPG 
1 like
Empat Pengawal Uang Rakyat
Sinopsis Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKKN) sudah berurat-berakar dalam birokrasi Indonesia. Karena itulah, setelah rezim Orde Baru tumbang, muncul harapan besar pada segenap birokrat untuk menciptakan pemerintahan yang jujur dan bersih. Namun, keadaan seolah tak kunjung membaik setelah reformasi berjalan hampir 20 tahun. Sejak 2004 hingga pertengahan 2017, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjerat 670 koruptor. Dari jumlah tersebut, 60 orang merupakan wali kota/bupati dan wakil serta 18 orang gubernur. Ironisnya, banyak pula koruptor yang berasal dari kalangan anggota DPR/DPRD (134 orang) dan hakim (15 orang). Empat tokoh dalam Empat Pengawal Uang Rakyat ini bak oase di tengah keadaan yang memprihatinkan tersebut. Basuki Tjahaja Purnama, Yoyok Riyo Sudibyo, Nur Pamudji, dan Tri Rismaharini dinilai telah mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat pada kaum birokrat. Integritas mereka sebagai pemimpin yang bersih patut menjadi teladan. Maka tak berlebihan jika mereka dianugerahi Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA). Empat Pengawal Uang Rakyat tidak hanya menampilkan pencapaian keempat tokoh tersebut. Disajikan pula latar belakang yang telah membentuk karakter mereka, ganasnya politik yang mengancam kehidupan pribadi, dan segala macam kontroversi yang dihadapi. Spesifikasi Produk Penulis: Ahmad Arif dan Farida Indriastuti Editor: Chandra Kategori: Nonfiksi, Biografi Terbit: 27 November 2017 Harga: Rp 50.000 Tebal: 262 halaman Ukuran: 135 mm x 200 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024247065 ID KPG: Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di Gramedia.com E-book Gramedia Digital Buku Terkait           #EmpatPengawalUangRakyat #AhmadArif #FaridaIndriastuti #Nonfiksi #Biografi #PenerbitKPG
Sagu Papua untuk Dunia
Sinopsis KEBIJAKAN PANGAN nasional hingga kini masih identik dengan beras. Padahal, sejak 1952 Presiden Sukarno sudah mengingatkan bahwa menitik beratkan kebijakan pangan hanya pada padi sawah akan sulit memenuhi kebutuhan perut penduduk negeri ini. Kerentanan pangan Indonesia boleh dibilang karena kurangnya pengetahuan dibandingkan kurangnya pangan. Maka, merujuk pada pandangan Sukarno, sudah saatnya kita menempuh kebijakan pangan yang berperspektif Nusantara. Ini berarti tanaman lokal yang terbukti mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan lingkungan setempat mendapat prioritas. Salah satunya adalah sagu. Tanaman ini tidak tergantung pada musim dan memiliki daya tahan di lingkungan marginal, seperti lahan gambut. Sagu dianggap sebagai sumber pangan awal yang dikonsumsi manusia modern (Homo sapiens) dan Indonesia merupakan negara dengan cadangan sagu terbesar di dunia. Di masa lalu, sagu juga dikonsumsi di berbagai tempat lain di Indonesia, termasuk Jawa. Ironisnya, Malaysia lebih mendominasi pasar ekspor sagu dunia. Buku ini memberi kita pengetahuan tentang arti penting sagu bagi masyarakat Papua dan peran swasta dalam mengembangkannya . Sagu Papua untuk Dunia adalah buku pertama dari “Seri Pangan Nusantara” yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia. Segera menyusul buku-buku tentang pangan Nusantara lainnya. Spesifikasi Produk Penulis: Ahmad Arif Editor: Yoseph Kategori: Nonfiksi, Humaniora Terbit: 18 November 2019 Harga: Rp 85.000 Tebal: 224 halaman Ukuran: 140 mm x 210 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024811990 ID KPG: 591901676 Bahasa: Indonesia Usia: 15+ Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di Gramedia.com E-book Gramedia Digital Buku Terkait     #SeriPanganNusantara #SaguPapuauntukDunia #AhmadArif #Nonfiksi #Humaniora #PenerbitKPG
Melawan Korupsi
Sinopsis “Dr Vishnu Juwono berhasil menguraikan dengan gamblang sejarah pasang-surut pemberantasan korupsi di Indonesia yang dilakukan ‘setengah hati’ dan akhirnya padam dengan sendirinya. Semoga generasi penerus negeri tidak mengulang kesalahan para pendahulu mereka yang selalu gamblang dalam menggelorakan semangat antikorupsi karena dihadang oleh benturan kepentingan para penggagasnya. Buku ini akan menuntun negeri ini agar kita tidak seperti keledai yang jatuh pada lubang yang sama.” —Laode M Syarif, PhD, Komisioner KPK “Karya Vishnu Juwono ini memberikan tinjauan kesejarahan yang memikat dan informatif mengenai upaya pemberantasan korupsi di Indonesia dari masa ke masa. Pembahasannya diperkuat dengan cara menempatkan kasus Indonesia dalam perdebatan teoritis yang lebih luas tentang masalah-masalah korupsi, politik, dan pembangunan. Apakah langgengnya korupsi dalam berbagai sistem sosial politik yang pernah dianut di Indonesia lebih disebabkan oleh faktor kultural, institusional, atau ekonomi-politik? Mengapa berbagai upaya dan sarana untuk memberantas korupsi selama ini selalu mengalami kegagalan, baik dalam rezim otoriter maupun di masa demokrasi? Persoalan-persoalan seperti ini tentu sangat relevan untuk ditinjau ulang melihat bahwa setelah dua puluh tahun reformasi ternyata demokrasi dan praktik korupsi yang sistematis dapat bersatu padu dengan baik-baik saja.” —Prof. Vedi Hadiz, Guru Besar Kajian Asia dan Deputi Direktur Asia Institute, University of Melbourne, Australia “Melawan Korupsi merupakan bahan referensi penting terkait isu-isu kebijakan publik di Indonesia dengan perspektif sejarah dan politik. Buku yang diangkat dari disertasi penulis di London School of Economics/LSE ini memotret secara utuh dinamika politik dari keberhasilan sekaligus kegagalan reformasi tata kelola pemerintahan dan inisiatif pemberantasan korupsi sejak 1945 hingga 2014. Argumen-argumen yang dibangun menjadi kredibel karena dikonstruksi berdasarkan data riset yang komprehensif yang mencakup antara lain arsip nasional Inggris dan Australia serta wawancara dengan lebih dari 80 tokoh/pemangku kepentingan. Pesan yang disampaikan buku ini hendaknya dipahami oleh para pembuat kebijakan di Indonesia agar tidak salah langkah dalam upayanya memberantas korupsi.” —Prof. Dr Eko Prasojo, Mag.Rer. Publ., Dekan Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia, dan Ketua Tim Independen Reformasi Birokrasi Nasional Spesifikasi Produk Penulis: Vishnu Juwono Editor: Ining Kategori: Nonfiksi, Politik, Sejarah Terbit: 29 Oktober 2018 Harga: Rp 100.000 Tebal: 462 halaman Ukuran: 140 mm x 210 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024248703 ID KPG: 591801524 Bahasa: Indonesia Usia: 15+ Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di Gramedia.com E-book Gramedia Digital Buku Terkait 1. Empat Pengawal Uang Rakyat 2. Seri Tempo: KPK Tak Lekang 3. Seri Tempo: Yap Thiam Hien     #MelawanKorupsi #VishnuJuwono #Nonfiksi #Sejarah #PenerbitKPG
2 likes
Kaum Demokrat Kritis: Analisis Perilaku Pemilih Indonesia
Sinopsis Buku ini ringkas tetapi kaya informasi, menganalisis survei-survei dan hasil pemilihan umum selama lima belas tahun sejak demokratisasi berlangsung pada akhir 1990-an, dan hingga beberapa waktu mendatang tampaknya bakal dianggap sebagai risalah yang meyakinkan tentang perilaku pemilih di Indonesia dan apa maknanya bagi demokrasi.... “Buku ini penting bukan hanya bagi kajian tentang Indonesia, melainkan juga bagi kajian komparatif perkembangan demokrasi.” 一Larry Diamond, Universitas Stanford “Mujani, Liddle, dan Ambardi merupakan cendekiawan yang paling tepat untuk menjelaskan perilaku pemilih di Indonesia. Buku yang mereka tulis bersama ini memberi sumbangan yang luar biasa bagi pemahaman kita terhadap sikap dan perilaku pemilih di negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.... Kaum Demokrat Kritis: Analisis Perilaku Pemilih Indonesia sejak Demokratisasi tidak hanya menawarkan pemikiran tentang bagaimana memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia, tetapi juga menunjukkan bagaimana para pendukung demokrasi bisa kian lihai menghadapi berbagai tantangan yang ditimbulkan oleh persoalan-persoalan populis dan teknokratis dalam politik terbuka.” 一M. Steven Fish, Universitas California, Berkeley “Kaum Demokrat Kritis: Analisis Perilaku Pemilih Indonesia sejak Demokratisasi menghimpun sekumpulan data opini publik orisinal yang luar biasa mengesankan untuk memahami faktor-faktor yang membentuk perilaku pemilih di Indonesia yang demokratis. Alhasil diperoleh suatu analisis yang sangat komprehensif atas perilaku politik massa di salah satu negara yang paling penting di dunia. Buku ini merupakan bacaan pokok bagi para indonesianis yang tertarik dengan politik elektoral ataupun para peminat kajian-kajian komparatif yang ingin memahami praktik politik di negara-negara demokrasi baru.” 一Thomas Pepinsky, Universitas Cornell Spesifikasi Produk Penulis: Saiful Mujani, R. William Liddle, dan Kuskridho Amabardi Editor: Galang Kategori: Nonfiksi, Politik Terbit: 1 April 2019 Harga: Rp 120.000 Tebal: 340 halaman Ukuran: 150 mm x 230 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024811426 ID KPG: 591901640 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di Gramedia.com Buku Terkait           #KaumDemokratKritis #SaifulMujani #RWilliamLiddle #KuskridhoAmabardi #Nonfiksi #Politik #PenerbitKPG  
Kuasa Uang: Politik Uang dalam Pemilu Pasca-Orde Baru
SPECIAL EVENT Buku ini menyajikan analisis yang menarik mengenai praktik jual-beli suara di Indonesia. Dengan menggunakan berbagai macam metode dan data yang menakjubkan, Muhtadi memaparkan mekanisme, pola, dan efek elektoral politik uang secara jelas dan mengagumkan. Buku ini adalah bacaan wajib bagi siapapun yang tertarik dengan politik Indonesia, terutama a bagi tim kampanye pemenangan Pilkada yang akan diadakan pada Desember 2020 Bagi yang berminat membaca buku ini selama #dirumahaja, kami membuka pemesanan lebih awal, yakni pada 19 Mei sampai 15 Juni 2020. Dapatkan diskon 15% selama periode pre-order berlangsung. Pemesanan bisa melalui Gramedia.com dan toko buku lain yang menyediakan. Sinopsis Buku ini melakukan investigasi terhadap dampak politik uang terhadap akuntabilitas lembaga-lembaga demokrasi dan representasi kebijakan di negara-negara demokrasi baru. Untuk itu, buku ini menyajikan studi yang komprehensif mengenai dinamika jual-beli suara dalam konteks demokrasi yang baru tumbuh di Indonesia, dengan mengeksplorasi karakteristik, intensitas, determinan, strategi penargetan, dan efek elektoral politik uang. Studi ini membahas isu-isu sentral tersebut dalam konteks studi perbandingan mengenai pembelian suara, dengan argumen bahwa meskipun loyalis partai cenderung menjadi target operasi pembelian suara, secara absolut—mengingat jumlah pemilih loyalis relatif kecil di Indonesia—insentif material itu justru jatuh ke tangan para pemilih mengambang. Riset ini juga menunjukkan bahwa efektivitas politik uang terhadap pilihan suara ‘hanya’ dalam kisaran 10 persen. Meskipun tampak kecil, dalam konteks sistem proporsional terbuka, efek sebesar 10 persen tersebut lebih dari cukup bagi banyak calon mendapatkan kemenangan. Inilah yang menjelaskan mengapa politisi begitu antusias mengejar politik uang, meskipun tingkat kebocorannya sangat tinggi. Analisis pembelian suara yang didedahkan Muhtadi di Indonesia pasca-reformasi ini adalah orisinil, mendalam, subtil, bernuansa, meyakinkan dan terorganisasi secara indah, serta ditulis secara memikat. Tak kalah pentingnya, resep kebijakan imajinatif yang ditawarkan buku ini akan banyak dibaca dan dikutip sebagai kontribusi signifikan terhadap literatur komparatif politik elektoral di dunia. —Prof. William Liddle, Ohio State University, USA Buku ini menyajikan terobosan analisis yang menarik mengenai praktik jual-beli suara di Indonesia. Dengan menggunakan berbagai macam metode dan data yang menakjubkan, Muhtadi memaparkan mekanisme, pola dan efek elektoral politik uang secara jelas dan mengagumkan. Buku bertajuk Kuasa Uang ini adalah bacaan wajib bagi siapapun yang tertarik dengan politik Indonesia khususnya, dan politik komparatif tentang klientelisme pada umumnya. —Prof. Edward Aspinall, Australian National University, Australia. Buku ini berisi rangkuman pertanyaan penelitian yang memikat, kontribusi teoretik baru yang memukau, karya empirik yang mengesankan, dan pemahaman yang mendalam dan bernuansa mengenai politik klientelisme di Indonesia. —Prof. Allen Hicken, University of Michigan, USA Spesifikasi Produk Penulis: Burhanuddin Muhtadi Editor: Chandra Kategori: Nonfiksi, Politik Terbit: 15 Juni 2020 Harga: Rp 100.000 Tebal: - halaman Ukuran: 140 mm x 210 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024814144 ISBN Digital: 9786024814137 ID KPG: 592001804 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di Gramedia.com E-book Gramedia Digital Buku Terkait           #KuasaUang #BurhanuddinMuhtadi #Nonfiksi #Politik #PenerbitKPG
Luka Cinta Jakarta: Kumpulan Puisi
Sinopsis Luka Cinta Jakarta merupakan antalogi puisi tentang Jakarta yang ditulis sepanjang April hingga Agustus 2017. Di antara 100 puisi, ada “rekaman” yang bercerita mengenai gejolak kontestasi pemilihan umum, dalam hal ini adalah pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Bagi penulis, kontestasi politik tersebut menjadi ajang yang paling brutal dalam sejarah pemilihan umum di Indonesia. Selebihnya, Luka Cinta Jakarta menampilkan nyanyian kemanusiaan dan kerinduan terhadap cinta. Antapologi puisi ini turut menampilkan karya visual berupa 100 ilustrasi yang diciptakan oleh 10 ilustrator dari Sanggar Garajas Bulungan. “Yudhistira menunjukkan refleksi, perenungan, tanggapan, dan kritik tajam terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Jakarta dan Indonesia secara puitis melalui Luka Cinta Jakarta. Namun, yang menarik sebenarnya, ia mengangkat berbagai persoalan universal yang bisa terjadi di berbagai daerah di Indonesia. “Jakarta” dalam puisi-puisi Yudhistira pada dasarnya bukanlah entitas kota yang semata-mata dikonstruksi secara geografis, tetapi juga metaforis. “Jakarta” dalam puisi-puisi Yudhistira menjadi semacam penggambaran dari habitus tempat bersemainya berbagai harapan, tantangan, dan persoalan.” -Yusri Fajar, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya. “Saya mulanya menikmati sajak-sajak yang ditulis Mas Yudhis melalui status-status beliau di Facebook. Kata-kata yang dipilih adalah kata-kata yang indah dan mudah dicerna. Sajak-sajak dalam Luka Cinta Jakarta ini memperlihatkan kerisauan penyair terhadap situasi Jakarta dan Indonesia terkait dengan pemilihan umum, terlebih situasi sebelum dan sesudah pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta. Bagi saya, sajak-sajak di dalam antologi ini menjadi semacam teguran yang disampaikan dengan indah dan lembut.” - CSP Wekadigunawan, Dosen Fakultas Kedokteran Program S-2 dan S-3 Universitas Sebelas Maret Surakarta, Penikmat Sajak. Spesifikasi Produk Penulis: Yudhistira ANM Massardi Editor: Udji Kategori: Fiksi, Puisi Terbit: 2 Oktober 2017 Harga: Rp85.000 Tebal: 320 halaman Ukuran: 135 mm x 210 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024246884 ID KPG: 591701411 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di Gramedia.com E-book Gramedia Digital Buku Terkait         #LukaCintaJakarta #YudhistiraANMMassardi #Fiksi #Puisi #Sastra #PenerbitKPG
Almost 10 Years Ago
Sinopsis “Mana mungkin aku tertarik padanya? Dia membuatku takut.” “Itulah masalahmu. Kau jarang terlihat bahagia. Karena saat kau menyesapnya, kau langsung menguburnya secepat perasaan itu datang.” “Kau sepertinya sangat ahli tentangku,” kataku datar. “Jika kau tidak mau terlihat mendung sepanjang waktu, mulailah dengan hal kecil seperti berterima kasih saat orang memujimu, bukan malah menatapnya curiga.” Jangan salahkan Anna Mollan yang selalu memandang sinis kehidupan. Sepuluh tahun lalu, umurnya baru sembilan. Di musim panas yang seharusnya menyenangkan, ibu dan kakaknya meninggal dalam kecelakaan. Ayahnya memang selamat, tapi mengalami gangguan kejiwaan. Itu sebabnya Anna tidak percaya lagi pada kebahagiaan, termasuk yang hadir dalam bentuk cinta. Tidak pada Joshua Madison—psikiater tampan yang menangani ayahnya, tidak juga pada Nolan Vervain—bassist keren yang tergila-gila padanya. Tidak pada siapa pun sampai pria misterius itu datang memberinya bunga setiap hari, lalu tiba-tiba menghilang saat Anna mulai membuka diri, dan kembali hanya untuk membuat hidup Anna terhempas sekali lagi. Spesifikasi Produk Penulis: Trini Illustrator: dulutiga & dtchn Editor: Anida Kategori: Fiksi, Novel Terbit: April 2020 Harga: Rp64.900 (E-book) Tebal: 311 halaman Ukuran: 130 mm x 190 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024813994 ID KPG: 592001799 Usia: 13+ Bahasa: Indonesia Penerbit: Ice Cube Dapatkan buku cetak di Gramedia.com E-book Gramedia Digital Buku Terkait       #Bluestroberi #Almost10YearsAgo #Trini #dulutiga #dtchn #Fiksi #Novel #IceCube #PenerbitKPG
Demokrasi di Era Post-truth
Sinopsis Disinformasi di era post-truth merupakan ancaman serius bagi terbangunnya demokrasi elektoral yang sehat. Betapa tidak. Di era post-truth emosi dan keyakinan personal lebih penting daripada fakta objektif dalam membangun opini publik, sehingga antara kebohongan dan kebenaran sulit diidentifikasi. Politik post-truth berkembang berkat beragam bentuk disinformasi lewat platform media baru, khususnya media sosial. Buku ini memperlihatkan, media sosial memiliki kapasitas untuk menyebarluaskan informasi yang salah, memunculkan teori-teori konspirasi liar, membicarakan kubu tertentu secara negatif tanpa dasar yang jelas, serta menyebabkan terjadinya polarisasi di masyarakat. Praktik-praktik politik post-truth membawa konsekuensi negatif terkikisnya tradisi perdebatan yang sehat di masyarakat, terjadinya kebuntuan politik, terjadi ketidakpastian terkait kebijakan, bahkan bisa menjadikan masyarakat mengalienasi diri dari dinamika politik. Ditulis dengan bahasa yang mudah dicerna, demokrasi di era post-truth memberi kita uraian yang lumayan lengkap terkait politik post-truth, terutama di indonesia Spesifikasi Produk Penulis: Budi Gunawan & Barito Mulyo Editor: Chandra Kategori: Nonfiksi, Sosial Terbit: 27 April 2020 Harga: Rp 50.000 Tebal: 207 halaman Ukuran: 140 mm x 210 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024813123 ID KPG: 592001742 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di Gramedia.com E-book Gramedia Digital Buku Terkait Kebohongan di Dunia Maya     #DemokrasidiEraPostTruth #BudiGunawan #BaritoMulyoRatmono #Nonfiksi #Sosial #PenerbitKPG
When Everything Feels Like Romcoms
Sinopsis When Everything Feels Like Romcoms bercerita tentang dua orang pekerja film, Reza dan Kimmy. Reza adalah seorang sutradara yang hendak mencoba membuat film panjang pertamanya. Sementara Kimmy adalah seorang penulis naskah film komedi romantis. Keduanya saling menyukai dan melengkapi satu sama lain. Tapi pertemuan mereka, yang terjadi pada waktu yang salah, membuat segalanya jadi terasa seperti film komedi romantis. “Membaca novel ini seperti mengenal sosok Candra Aditya sendiri. Jenaka, peka, ada congkak-congkaknya, blak-blakan, cute, fresh dan teteeep bitchy. Dan itu yang bikin novel ini ga pernah ngebosenin. Love you, Can....”  –Dea Panendra, Aktor Pemenang Piala Citra Kategori Aktris Pendukung Terpuji 2018 “Candra Aditya watches too many romcoms, and it shows. And thank God for that. Novel yang segar, cerdas, witty, dan kreatif dalam cara bercerita. And definitely bitchy in a very good way, kayak penulisnya lah.” –Paul Agusta, Filmmaker, Aktor, Pengajar “Tulisan ngepop dengan latar cerita urban, tapi nggak pretensius. Gue suka cara Candra menjalin cerita karakter-karakternya dari bab ke bab tanpa jadi membosankan. Sisipan sindiran sosial, kejamnya industri hiburan, dan selentingan komentar pedasnya bikin buku ini jadi renyah. A pageturner!”  –Stephany “Teppy” Josephine, Blogger Spesifikasi Produk Penulis: Candra Aditya Editor: Cenna Kategori: Fiksi, Novel Terbit: 20 April 2020 Harga: Rp 85.000 Tebal: 311 halaman Ukuran: 135 mm x 200 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024813789 ID KPG: 592001797 Usia: 21+ Bahasa: Indonesia Penerbit: POP Dapatkan buku cetak di Gramedia.com E-book Gramedia Digital Buku Terkait         #WhenEverythingFeelsLikeRomcoms #ChandraAditya #Fiksi #Novel #PenerbitKPG
Furi Harun
Furi Harun lahir di Sukabumi pada 30 April. Dilahirkan dari seorang ayah yang berdarah Arab dan ibu berdarah Sunda. Dari kecil ia sudah menyadari dirinya bisa melihat hantu. Pada masa itu ia menganggap orang lain itu tidak normal karena tidak seperti dirinya, bahkan ia menganggap kakak-kakaknya adalah orang aneh karena tidak bisa melihat hantu. Namun persepsi itu kemudian berubah setelah ia berusia 15 tahun. Pada saat itulah ia baru menyadari kalau dirinyalah yang tidak normal. Menyadari ada yang aneh dalam dirinya maka Furi kemudian menyampaikan ketidak-normalannya itu kepada orang tuanya. Setelah mengetahui keadaan anaknya itu, orangtua Furi berusaha membuat putrinya itu kembali normal dengan berbagai cara, mulai dari upaya doa, ruqyah, dan berbagai macam ritual lainnya, tapi tetap saja tidak membuahkan hasil. Sampai akhirnya Furi tiba pada fase lelah dan memutuskan untuk berpura-pura tidak bisa melihat hantu lagi. Dengan cara itulah ia bisa menenangkan hati orangtuanya, dan menghindarkannya dari berbagai ritual berat yang harus ia lakukan untuk membuatnya normal kembali. Setelah dewasa, Furi akhirnya harus menerima kenyataan bahwa dirinya adalah seorang indigo. Ia merasa harus menyatu dengan ketidak-normalannya itu. Hingga akhirnya dengan ketidak-normalannya itulah Furi justru eksis sebagai profesional yang mampu membantu berbagai lembaga maupun perorangan dalam memecahkan berbagai kasus kematian. Ia juga menjadi seorang tarot reader dan palm reader, serta memiliki kanal YouTube sendiri. Kini kisah hantu-hantu yang Furi temui telah diabadikan dalam buku yang ditulis Rudi Utomo, Dimensi Lain: Ghost Stories (INDI GO PRESS, 2020).   #FuriHarun #DimensiLainGhostStories #INDIGOPRESS
1 like
Rudi Utomo
Lahir di Purwokerto, 18 Mei 1968. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Pabelan Muntilan Magelang selama delapan tahun (1981-1989). Melanjutkan pendidikannya di Fakultas Syari’ah, Jurusan Perbandingan Mazhab & Hukum, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1989-1994), yang sekarang berubah nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Mengawali karirnya sebagai penulis skenario profesional di dunia pertelevisian sejak tahun 1999. Salah satu program fenomenal yang pernah ditulisnya adalah ‘KISMIS’ (Kisah Kisah Misteri), yang ditayangkan RCTI pada tahun 2000- 2002. Program itu kemudian dianggap sebagai trendsetter tayangan-tayangan misteri di Indonesia, baik di pertelevisian maupun perfilman. Pada tahun 2008, ia menulis serial televisi ‘SANTRIWATI GAUL’ produksi StarvisionPlus yang ditayangkan di TPI. Program itu juga yang kemudian mengawali tayangan-tayangan religi dengan latar belakang pesantren. Beberapa buku juga pernah ditulisnya, di antaranya adalah Hantusiana (Ensiklopedi Mini Hantu Indonesia). Teranyar, ia berkolaborasi dengan Furi Harun menulis buku Dimensi Lain: Ghost Stories (INDI GO PRESS, 2020). Saat ini ia tengah giat mengajar menulis kreatif dan drama di beberapa perguruan tinggi, sekolah menengah, dan pesantren. Salah satunya ia pernah ikut mengantarkan tim drama Fakultas Psikologi Universitas Al Azhar Indonesia meraih juara III Psychodrama dalam Olimpiade Psikologi se-Indonesia di Surabaya pada November 2015. Meski passion-nya adalah mengajar dan menulis, sesekali ia pernah mencoba untuk menyutradarai beberapa film pendek dan dokumenter.   #RudiUtomo #DimensiLainGhostStories #INDIGOPRESS
2 likes
Burhanuddin Muhtadi
Burhanuddin Muhtadi adalah seorang penulis, dosen, dan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia; menjadi dosen senior di Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Syarif Hidayatullah dan Pascasarjana Universitas Paramadina, Jakarta. Dia mengajar mata kuliah Partai Politik serta Pemilu dan Perilaku Politik. Selain menjadi akademisi, dia dikenal sebagai peneliti sekaligus salah satu Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI). Dia meraih doktor bidang ilmu politik dari Australian National University (ANU) pada 2018 dengan disertasi bertajuk “Buying Votes in Indonesia: Partisans, Personal Networks, and Winning Margins”. Dia meraih gelar master dari kampus yang sama, ANU, juga dengan spesialisasi politik di Indonesia pada 2008. Gelar sarjana diraih dari IAIN (sekarang UIN), Jakarta, pada 2002.  Sebagai akademisi, dia aktif menulis banyak paper yang dimuat di jurnal-jurnal top dunia dan publikasi internasional, di antaranya Electoral Studies, Democratization, Pacific Affairs, Contemporary Southeast Asia, Asian Studies Review, Bijdragen, Bulletin of Indonesian Economic Studies (BIES), Asian Journal of Social Sciences, Graduate Journal of Asia-Pacific Studies, Asian Journal of Social Policy, The Conversation, East Asia Forum, New Mandala, dan Indonesia at Melbourne. Dia juga aktif di konferensi-konferensi internasional, di antaranya Indonesia Update di ANU, University of Oxford, National University of Singapore, Vienna University, dan lain-lain.  Burhanuddin aktif menulis buku, termasuk buku bertajuk Vote Buying in Indonesia: The Mechanics of Electoral Bribery yang diterbitkan penerbit bergengsi Palgrave McMillan pada Mei 2019. Dia juga menulis buku sekaligus editor Civil Society dan Demokrasi: Survei tentang Partisipasi Sosial-Politik (Jakarta: INCIS, 2003), Mencari Akar Kultural Civil Society di Indonesia (Jakarta: INCIS, 2004), dan Defisit Pelayanan Publik: Survei Opini Publik (Jakarta: INCIS, 2005). Beberapa tulisannya dimuat juga dalam buku co-authorship, seperti “The 1998 Student Uprising in Indonesia: A Social Movement Theory Approach” dalam Enlightenment from Within (Canberra: Minaret, 2007) dan “Ke Cak Nur, Saya Mengaji” dalam Cak Nur di Mata Kaum Muda (Jakarta: Paramadina, 2008). Bukunya yang berjudul Dilema PKS: Suara dan Syariah yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) menjadi salah satu buku akademis yang laris selama 2012. Dia juga menulis buku Perang Bintang 2014: Konstelasi dan Prediksi Pemilu dan Pilpres (Noura Book, 2013).  Selain menjadi pengajar dan peneliti, dia dikenal publik sebagai pengamat politik yang kerap muncul di berbagai media. Dia sering diminta menjadi narasumber berbagai media cetak dan televisi untuk berbicara masalah-masalah sosial-politik. Dia juga pernah meraih “Anugerah Media dan Komunikator Terbaik Pilpres 2009” kategori pengamat dari Strategy Public Relations. Pada 2010, dia meraih “Charta Awards” kategori pengamat dari Charta Politika. Ratusan tulisannya muncul di berbagai koran dan majalah seperti Kompas, majalah Tempo, Media Indonesia, The Jakarta Post, Suara Pembaruan, Republika, Koran Seputar Indonesia, dan lain-lain.    
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Didirikan tahun 1974, Gramedia Pustaka Utama merupakan bagian dari Kompas Gramedia, jaringan media terbesar di Indonesia. Fokus terbitannya kepada 12 bidang utama: Fiksi Dewasa, Fiksi Remaja, Fiksi Anak, Sastra - Literatur, Bisnis Ekonomi, Social Science, Pengembangan Diri, Kamus & Referensi, Boga, serta Busana & Kecantikan. Selama lebih dari 40 tahun penerbit Gramedia Pustaka Utama telah menjadi rumah bagi banyak penulis dan buku-buku terbaik di Indonesia. Beberapa nama penulis seperti Ahmad Tohari, Eka Kurniawan, Ahmad Fuadi, Marga T., Alberthiene Endah, Clara Ng., Agustinus Wibowo, Hermawan Kertajaya, Franz Magnis-Suseno, serta penulis internasional seperti Enid Blyton, Paulo Coelho, J.K. Rowling, Agatha Christie, J.R.R. Tolkien, Malcolm Gladwell, Dale Carnegie mempercayakan karyanya untuk selalu diterbitkan melalui Gramedia Pustaka Utama. Karya-karya terbitan Gramedia Pustaka Utama juga telah berhasil meraih berbagai penghargaan, baik nasional maupun internasional, di antaranya Kusala Sastra Khatulistiwa, Penghargaan IKAPI, Islamic Book Award, Anugerah Pembaca Indonesia, Gourmand World Cookbook Awards, Liberaturpreis Jerman, World Reader's Award, hingga dinominasikan dalam penghargaan Man Booker International Prize. Di samping itu, Gramedia Pustaka Utama juga selalu mendukung berbagai kegiatan pengembangan literasi di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan berpartisipasi aktif dalam Ubud Writers & Readers Festival, Makassar International Writers Festival, ASEAN Literary Festival, serta Singapore International Writers Festival. Saat ini, dengan lebih dari 30 ribu judul buku yang telah diterbitkan serta jalinan kerjasama dengan lebih dari 200 penerbit asing terkemuka dari AS, Belanda, Jerman, Belgia, Brasil, Denmark, Hong Kong, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Malaysia, dan Swis, Gramedia Pustaka Utama telah berhasil mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penerbit buku terbaik di Indonesia. Di masa depan Gramedia Pustaka Utama berkomitmen untuk tetap berusaha menjadi agen pembaruan bagi bangsa: memilih dan memproduksi buku-buku yang berkualitas, yang  memperluas wawasan, memberikan pencerahan, dan merangsang kreativitas berpikir, dengan dukungan teknologi. Founded in 1974, Gramedia Pustaka Utama is a part of Kompas Gramedia, Indonesia's largest media network. Gramedia Pustaka Utama focuses its publication on these 12 major areas: Adult Fiction, Young Adult Fiction, Children's Books, Literature, Business & Economy, Social Sciences, Self Improvement, Dictionary & Reference, Culinary Books and Beauty & Fashion. For more than 40 years Gramedia Pustaka Utama have been publishing many of Indonesia's best books and home to some of the finest writers. Indonesia's most established authors such as Ahmad Tohari, Eka Kurniawan, Ahmad Fuadi, Marga T., Alberthiene Endah, Clara Ng., Agustinus Wibowo, Hermawan Kertajaya, Franz Magnis-Suseno, as well as international authors like Enid Blyton, Paulo Coelho, J.K. Rowling, Agatha Christie, J.R.R. Tolkien, Malcolm Gladwell and Dale Carnegie have entrusted their works to be published by Gramedia Pustaka Utama. Many of our published books have won numerous national and international awards, including Kusala Sastra Khatulistiwa, IKAPI (Association of Indonesian Publishers) Award, Islamic Book Award, Anugerah Pembaca Indonesia (Indonesia Readers' Award), Gourmand World Cookbook Awards, Liberaturpreis Germany, World Reader's Award, and have been nominated for the Man Booker International Prize. Gramedia Pustaka Utama also supports literacy development activities in Indonesia and South East Asia by participating actively in Ubud Writers & Readers Festival, Makassar International Writers Festival, ASEAN Literary Festival, and Singapore International Writers Festival. Today, with more than 30 thousand published titles and through its cooperation with more than 200 leading foreign publishers from the US, Netherlands, Germany, Belgium, Brazil, Denmark, Hong Kong, India, the Great Britain, Italy, Japan, Germany, Canada, Malaysia and Switzerland, Gramedia Pustaka Utama has solidified its position as one of the best publishers in Indonesia. In the future, Gramedia Pustaka Utama is committed to being the nation's agent of change: to choose and produce quality books, to expand horizons, to enlighten people and stimulate creative thinking, all with the support of cutting-edge technologies.      
Penerbit KPG
Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) adalah salah satu penerbit di bawah payung Kelompok Kompas Gramedia yang memiliki tradisi memadukan bisnis dan kegiatan sosial. Leluri ini bersumber pada keyakinan bahwa profit dalam bisnis seyogianya diperoleh dari mengembangkan potensi sekeliling. Didirikan pada 1 Juni 1996 atas prakarsa Parakitri T. Simbolon, KPG berusaha meningkatkan melek sains dan keterbukaan pikiran pembaca dengan menerbitkan buku-buku sains dan humaniora, baik lokal maupun terjemahan. Seperti namanya, pustaka tersebut hendaklah populer: serius dan nikmat. Serius, berarti sanggup memberi pembaca pemahaman yang jernih atas satu perkara, menggairahkan pembaca untuk memikirkan atau merenungkan suatu perkara lebih jauh lagi, atau memberi kejutan—sepetak ruang hening di tengah hiruk-pikuk banjir informasi. Nikmat, maka bahasanya mengalir jelas, dan bila perlu disajikan dengan ilustrasi, kartun, ataupun dalam bentuk komik agar perkara rumit lebih gampang dipahami. Buku pertama KPG,  terbit pada 1996, adalah Politik Kerakyatan, cerita bergambar saduran Discorsi karya utama Niccolò Machiavelli. Setahun kemudian, Politik Kekuasaan, masih saduran karya Machiavelli, terbit hampir bersamaan dengan tiga karya duo kartunis Benny& Mice dalam seri Lagak Jakarta.  Seri ini mendapat sambutan luas setelah  pada 2007 terbit Edisi Lengkap Lagak Jakarta. Pembaca makin gandrung dengan duo kartunis Benny & Mice, sosiolog par excellence, setelah mereka meluncurkan buku-bukunya, 100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta (2008), dan Lost in Bali 1 (2008) dan Lost in Bali 2 (2009), di samping karya tunggal Benny, Dari Presiden ke Presiden 1 dan 2. Novel pertama KPG, Saman, karya Ayu Utami, terbit hampir bertepatan dengan awal berkecambahnya Reformasi di negeri ini. Saman memenangi beberapa penghargaan sastra, di antaranya Lomba Penulisan Novel DKJ 1998 dan Prince Claus Award pada 2000. Kehadiran novel ini cukup fenomenal. Bukan hanya mutu sastranya yang tinggi dan keberaniannya mengangkat isu-isu politik dan seksualitas perempuan yang ketika itu ditabukan, Saman dicetak ulang hingga lima kali hanya dalam waktu tiga bulan, hingga menjadi lokomotif untuk penerbitan sastra lokal. Kartun Fisika karya Larry Gonick yang terbit pada 2001 merupakan buku sains pertama KPG. Buku-buku sains lainnya, antara lain, adalah Seri Science Masters. Seri ini mencakup buku-buku populer karya saintis terkemuka dunia di  berbagai bidang, mulai dari fisika kuantum hingga kosmologi, dan dari palaentologi hingga neurologi. Dalam perkembangannya, KPG memiliki beberapa lini, yaitu POP dan IceCube untuk pembaca remaja dan dewasa muda, GAIA untuk ibu muda, Kiddo untuk anak-anak, dan Muara untuk pembaca Muslim, serta inisiatif oleh Comma Books. Tidak hanya menerbitkan buku, kini KPG juga bergerak di bidang penerbitan konten.     Kirim naskah: dps.gramedia.com Resensi: kpg.bookmania@gmail.com.  
94 likes