Hadiah Sastra Ayu Utami untuk Pemula "RASA"
  Sastrawan Ayu Utami akan memberikan penghargaan karya sastra untuk pemula dengan nama Hadiah Sastra untuk Pemula "Rasa". Hadiah sebesar Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah) ini diberikan kepada pemenang sayembara buku kategori novel dan/atau kumpulan cerita pendek berbahasa Indonesia. Sayembara ini akan diadakan tahunan dan dibuka untuk penulis pemula. Yang dimaksud penulis pemula di sini adalah yang baru menerbitkan tak lebih dari tiga buku solo. Untuk tahun pertama ini, kompetisi dibuka untuk buku yang diterbitkan dari tahun 2020 dan 2021.   Rasa Nama Rasa dipilih setelah Ayu Utami belakangan ini melakukan penelusuran mengenai konsep Rasa dalam masyarakat Nusantara atau Indonesia. Menurut Ayu, “rasa” adalah pemahaman yang sangat penting dalam masyarakat kita, yang mempertautkan estetika dan pemikiran filosofis. Melalui riset naskah dan praktik mengajar, Ayu mencoba mengembangkan teori estetika Rasa, yang bisa digunakan secara praktis untuk penulisan kreatif maupun sebagai kerangka teoretis untuk menilai karya sastra. Sebagai alat bantu penulisan kreatif, Ayu mengembangkannya dalam kelas menulis yang telah ia ampu selama sembilan tahun, sejak 2013, di Komunitas Salihara dan Komunitas Utan Kayu. Metode pengajarannya itu telah diterbitkan pula sebagai buku: Menulis dan Berpikir Kreatif Cara Spiritualisme Kritis (Jilid 1 & 2) serta Menulis Kreatif dan Berpikir Filosofis (bersama Yulius Tandyanto) oleh penerbit KPG.   Latar Belakang Ayu mulai mengembangkan pengajaran menulis kreatif secara sistematis sejak 2013 dalam Kelas Menulis dan Berpikir Kreatif di Komunitas Salihara. Dengan sekitar 75 murid untuk dua jenis kelas per tahun (kelas menulis pendek dan menulis panjang), alumni kelas itu diperkirakan mencapai 500 (catatan: banyak murid yang sama mengikuti kedua jenis kelas). Pada awalnya, Ayu hanya ingin memberikan hadiah sastra bagi pemula untuk memicu murid-muridnya. Tapi, karena pembaca buku Menulis dan Berpikir Kreatif Cara Spiritualisme Kritis tidak hanya yang mengikuti kelas di Salihara, maka “murid” Ayu pun tidak bisa dibatasi pada peserta kelas. Ide memberi hadiah pun dibuka untuk umum. Pada tahun 2018 Ayu mendapat penghargaan Achmad Bakrie Award untuk kategori kesusastraan. Dalam pidato penerimaan hadiah itu, Ayu mengumumkan bahwa penghargaan tersebut akan ia olah sebagai hadiah sastra bagi pemula. Karena satu dan lain hal, juga karena situasi pandemi Covid-19, rencana itu baru dilaksanakan tahun ini. Ayu Utami menerima penghargaan dari dalam dan luar negeri. Selain Achmad Bakrie Award, penghargaan lain adalah Khatulistiwa Literary Award/Kusala Sastra Khatulistiwa (2008), Majelis Sastra Asia Tenggara untuk penulis kreatif (2008), Prince Claus Award (2000), Novel Terbaik Dewan Kesenian Jakarta (1998). Novel pertama Ayu, Saman (1998), dianggap mendobrak tabu dan memperluas cakrawala sastra Indonesia dengan model penulisan yang baru, dan telah diterjemahkan ke beberapa bahasa asing.   Kelas Menulis Daring Pengumuman sayembara ini juga disertai pembukaan kelas online, Kelas Sastra dan Filsafat untuk Pemula, secara gratis selama bulan Agustus 2021, yang bisa diakses di sini.
Kelas Sastra dan Filsafat
  Kelas Sastra dan Filsafat untuk Pemula diadakan secara hibrida pada Agustus 2020. Hibrida dalam arti pertemuan diselenggarakan dalam dua mode: tatap muka dan daring. Pertemuan tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat dilakukan di Serambi Utan Kayu, Komunitas Utan Kayu, Jakarta Timur. Pada waktu bersamaan, peserta daring mengakses kelas melalui Zoom. Kelas dipandu Ayu Utami dan Yulius Tandyanto, berbekal buku pendamping Menulis Kreatif dan Berpikir Filosofis. Ayu Utami adalah novelis yang mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar Indonesia, antara lain Prince Claus Award 2000 dan Ahmad Bakrie Award 2018. Ayu mengembangkan model pengajaran menulis kreatifnya sejak 2013. Ia menerbitkan, antara lain dua jilid buku Menulis dan Berpikir Kreatif Cara Spiritualisme Kritis. Kali ini, ia menggandeng Yulius untuk memperkenalkan panorama perdebatan filsafat dari klasik sampai modern, sehingga bisa memperkaya dan menambah bobot tulisan peserta. Yulius Tandyanto adalah peneliti teks-teks filsafat dari STF Driyarkara, sekarang sedang menempuh studi doktoral di Universitas Freiburg, Jerman. Rekaman Kelas Sastra dan Filsafat untuk Pemula kini bisa dinikmati semua orang di mana pun dan kapan pun dalam wujud modul pembelajaran daring. Apa saja yang bisa dipelajari dan ditawarkan di kelas ini? Menulis kreatif dimulai dengan intuisi, baru beranjak pada abstraksi, Latihan-latihan menulis kreatif di awal dan akhir sesi, Latihan berpikir filosofis dalam terapan di dalam cerita (karya sastra), Menulis ditempatkan sebagai sarana untuk menemukan dan mengaktualisasikan diri yang otentik, Membuktikan bahwa kita bisa menulis tanpa harus punya ide awal yang jelas (sebab menulis justru merupakan proses penjernihan ide). Sesi pertama kelas ini dibuka gratis selama sebulan. Sobat SiBil bisa mengaksesnya di sini mulai 1 Agustus 2021. #KelasSastradanFilsafatuntukPemula #SahabatTanpaBatas
Up
Sinopsis SESUDAH mengubah pemahaman kita mengenai apa yang membuat peradaban bangkit dan ambruk, Jared Diamond mengungkap bagaimana negara-negara berhasil menghadapi krisis dengan melalukan perubahan selektif—mirip cara orang berusaha pulih dari krisis pribadi.  Diamond membandingkan bagaimana sejumlah negara bertahan melalui krisis—antara lain Finlandia yang diserang Uni Soviet, kudeta dan kontrakudeta di Indonesia dan Chile, bagaimana Jerman dan Jepang memulihkan diri sesudah kalah Perang Dunia II. Uniknya, negara-negara yang dipilih adalah yang pernah ditinggalinya sendiri, sehingga Jared Diamond dapat memberikan pengalaman pribadi masyarakat di sana. Di buku ini, Jared Diamond menambahkan psikologi ke pendekatan geografi campur sejarah yang khas bukubuku sebelumnya, untuk mengungkapkan faktor-faktor yang berpengaruh ke cara negara maupun orang bisa menanggapi tantangan besar. Spesifikasi Produk Penulis: Jared Diamond Penerjemah: Damaring Tyas Wulandari Palar Editor: Andya Penataletak & Perancang Sampul: Setyo Bekti Nugroho Kategori: Nonfiksi, Sejarah Terbit: 17 Agustus 2022 Harga: Rp 140.000 Tebal: 480 halaman Ukuran: 150 mm × 230 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024818494 ISBN Digital: 9786024818500 ID KPG: 592202063 Bahasa: Indonesia Usia: 15+ Bonus: Pembatas buku Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di: Gramedia.com Gramedia Store KPG Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Store di Tokopedia E-book  Gramedia Digital Buku Terkait       #Upheaval #JaredDiamond #Nonfiksi #Sejarah #PenerbitKPG
1 like
BT
Sinopsis ATURAN baru kolonialisme yang ditekankan oleh Herman Willem Daendels kepada keraton Jawa tengah-selatan pada 1808–1810 menyulut kegelisahan di jantung ibu kota Kesultanan Yogyakarta. Di mancanegara timur kesultanan, Raden Ronggo Prawirodirjo III (1779–1810) menentang praktik kolonialisme dan imperialisme Belanda itu pada 20 November–17 Desember 1810. Raden Ronggo menjadi tokoh penting yang memainkan peran besar sebelum runtuhnya masa tatanan lama setelah Perang Jawa (1825–1830) dan secara tidak langsung mengantar kelahiran tatanan baru di Jawa.  Memang, perlawanannya gagal dan dia dianggap sebagai pembelot, sehingga jasadnya dikebumikan di kompleks makam pemberontak di Banyusumurup, Yogyakarta. Pangeran Diponegoro menyebut “setelah lenyapnya Raden Ronggo, sebetulnya Kerajaan Yogyakarta sudah tak punya lagi seorang pelaga”. Pasca-kemerdekaan, Sultan Hamengkubuwono IX menyatakan Raden Ronggo sebagai “pejuang perintis melawan Belanda” dan memindahkan jasadnya ke Astana Giripurno di Magetan pada 1957.  Buku ini berisi riwayat Raden Ronggo Prawirodirjo III, Bupati Madiun sekaligus Bupati Wedana Mancanegara Timur di bawah Kesultanan Yogyakarta (1796–1810), yang mengobarkan perlawanan terhadap pemerintahan kolonial Belanda. Dalam babad autobiografinya yang ditulis dalam pengasingan di Manado pada 1831–1832, Pangeran Diponegoro menganggap Raden Ronggo Prawirodirjo III sebagai suri teladan bagi perjuangannya selama Perang Jawa. Spesifikasi Produk Penulis: Akhlis Syamsal Qomar Editor: Christopher Reinhart & Galang Aji Putro Perancang Sampul & Penataletak: Wendie Artswenda Penerbitan Bersama: Yayasan Arsari & Pemerintah Kabupaten Madiun Kategori: Nonfiksi, Sejarah Terbit: 10 Agustus 2022 Harga: Rp 90.000 Tebal: 340 halaman Ukuran: 140 mm x 210 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024818838 ISBN Digital: 9786024818845 ID KPG: 592202051 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di Gramedia.com Gramedia Store KPG Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Store di Tokopedia E-book Gramedia Digital Buku Terkait       #BantengTerakhirKesultananYogyakarta #AkhlisSyamsalQomar #Nonfiksi #Sejarah #PenerbitKPG
Tarian Ilalang: Antologi Puisi Dwibahasa
  Sinopsis “Katherina Achmad punya masa kepenyairan yang panjang. Puisi-puisi dalam antologi ini merentang selama tiga dekade. Rentangan waktu yang panjang itu membuat puisi-puisinya semakin hari semakin matang. Pelukisan lanskap yang tadinya sekadar menjadi latar, lambat-laun bergerak menjadi peristiwa. Bahkan peristiwa itu bersangkut-paut dengan kondisi batin para tokoh yang sedang dibidik sebagai subject matter puisinya. Oleh sebab itu, puisi-puisi Katherina hampir selalu berbicara tentang suasana ‘kebatinan’, baik dirinya maupun seseorang yang sedang ia ‘kirimi’ surat-surat puitisnya.” Putu Fajar Arcana, Redaktur Sastra Kompas  “Katherina Achmad heeft een lange periode dichterschap. De gedichten in dit anthologie is uitgebreid gedurende voor drie decennium. Een lange uitgebreide maak haar gedichten hoe langer hoe rijper. De uitbeeldingen van landschap die eerst alleen maar een setting is, ten laatste trad op een gebeurtenis. Wat meer is dat de gebeurtenis verband is met de innerlijke conditie van een belangrijke figuur die net goed richtte zoals subject matter van haar gedicht. Daarom, dat de gedichten van Katherina haast spreek over 'de innerlijke sfeer,' zowel haar eigen of aan iemand die zij haar gedichten brief stuur.” Putu Fajar Arcana, Literatuur Redacteur Kompas Spesifikasi Produk Penulis: Katherina Achmad Penerjemah: Emmy Maria Louise Tambayong Kurator: Nenden Lilis Aisyah Editor: Alpha Perancang Sampul & Penataletak: Ellen Halim Kategori: Fiksi, Puisi Terbit: 3 Agustus 2022 Harga: Rp100.000 Tebal: 298 halaman Ukuran: 135 mm x 200 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024818951 ISBN Digital: 9786024818968 ID KPG: 592202054 Bahasa: Indonesia & Belanda Usia: 15+ Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di: Gramedia.com Gramedia Store KPG Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Store di Tokopedia EBook Gramedia Digital Buku Terkait       #TarianIlalang #KatherinaAchmad #EmmyMariaLouiseTambayong #Fiksi #Puisi #Sastra #PenerbitKPG
Ras, Kuasa, dan Kekerasan Kolonial di Hindia Belanda, 1808-1830
  Sinopsis Penjajahan di Indonesia meninggalkan jejak panjang dan penuh kekerasan. Masa antara kedatangan Marsekal Daendels dan akhir Perang Jawa, yaitu antara 1808 dan 1830, adalah masa yang penuh dengan darah. Peralihan kekuasaan yang singkat dari rezim Prancis-Belanda Daendels (1808-11) ke pemerintahan Inggris di bawah Raffles (1811-16) dan pasca-1816 ketika pemerintahan jajahan Belanda kembali menguasai Nusantara diwarnai dengan pertempuran militer yang kadang sengit dan digerakkan oleh prasangka rasialis. Masyarakat Jawa yang dipandang sebagai kaum yang “terpuruk” (dari masa keemasan-nya sebelum penjajahan) dan “terbelakang”, sudah selayaknya diberadab-kan, bukan hanya dengan cara-cara militeristik tetapi juga dengan perangkat pemerintahan jajahan yang baru. Pada masa ini, terbentuklah suatu panoptikon atau pemerintahan-Bung-Besar-Orwellian di bawah Raffles yang merancang peta tentang sumber-sumber alam dan infrastruktur Pulau Jawa. Di sisi lain, muncul juga suara-suara kritis yang mengecam praktik penjajahan, seperti disuarakan oleh seorang jurnalis dan politikus yang radikal, William Cobbett (1763-1835).  Buku ini merupakan kumpulan tujuh esai yang memusatkan pembahasannya pada konstruksi kolonial atas ras dan identitas, dan bagaimana pemerintahan kolonial pada awal abad ke-19 di Jawa bersandar pada teori-teori rasial untuk mengobjektifkan perbedaan ras sebagai batu penjuru yang kokoh dalam mengelola masyarakat jajahan pada abad ke-19. Spesifikasi Produk Penulis: Peter Carey & Farish A. Noor Penerjemah: Christopher Reinhart & Feureau Himawan Sutanto Editor: Christina M. Udiani Kategori: Nonfiksi, Sejarah Terbit: 10 Agustus 2022 Harga: Rp95.000 Tebal: 296 halaman Ukuran: 150 mm x 230 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024816568 ISBN Digital: 9786024816575 ID KPG: 592202053 Bahasa: Indonesia Usia: 15+ Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di: Gramedia.com Gramedia Store KPG Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Store di Tokopedia EBook Gramedia Digital Buku Terkait       #RasKuasadanKekerasanKolonialdiHindiaBelanda #PeterCarey #FarishANoor #Nonfiksi #Sejarah #PenerbitKPG
Park Jae Yeon
  Park Jae Yeon adalah Direktur Replus HumanLab, juga pengusaha dan pengembang program pelatihan bicara “Penghubung Percakapan”. Dalam program tersebut beliau memberikan pelatihan dan kuliah dalam 8-15 minggu, yang dihadiri orangtua, pengajar, dosen, tentara, dan lain-lain. Beliau juga seorang ahli dalam perlindungan hak-hak anak di International Center for Children’s Right, memberikan beberapa seminar dan wawancara di siaran TV, seperti “15 Minutes to Change the World” di CBS, “Compass” dan “Park Jae Yeon’s Empathy Talk for Parenting” di CGN, “Park Jae Yeon’s Empathy Talk” di Mom’s Radio, “No Way I’m an Adult” di tvN, “TV Psychology Inside” di KBS, dan “Wait” di MBC Radio. Dua buah karyanya, yaitu Love Works dan Work Works if Word Works sudah terbit. Mengambil jurusan Psikologi Konseling di Graduate School of Education Hanyang University, beliau bekerja sebagai dosen di The Korean Center for Nonviolent Communication.  Salah satu bukunya yang telah terbit dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berjudul Seni Memahami Perasaan Anak. Buku ini berfokus pada pelatihan komunikasi dan siaran Mom’s Radio yang sejak lama dilakukan untuk orangtua dan pengajar. Banyak orangtua yang walau sudah memberikan seluruh cintanya, masih menyalahkan diri karena merasa kurang memberikan cinta kepada anak. Dengan buku ini, penulis berharap semua orangtua dapat kembali mencintai diri sendiri dan memikirkan bagaimana cara berempati kepada anak mereka.   #PenulisKPG #ParkJaeYeon #SeniMemahamiPerasaanAnak #Nonfiksi #Parenting #PenerbitKPG
1 like
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Didirikan tahun 1974, Gramedia Pustaka Utama merupakan bagian dari Kompas Gramedia, jaringan media terbesar di Indonesia. Fokus terbitannya kepada 12 bidang utama: Fiksi Dewasa, Fiksi Remaja, Fiksi Anak, Sastra - Literatur, Bisnis Ekonomi, Social Science, Pengembangan Diri, Kamus & Referensi, Boga, serta Busana & Kecantikan. Selama lebih dari 40 tahun penerbit Gramedia Pustaka Utama telah menjadi rumah bagi banyak penulis dan buku-buku terbaik di Indonesia. Beberapa nama penulis seperti Ahmad Tohari, Eka Kurniawan, Ahmad Fuadi, Marga T., Alberthiene Endah, Clara Ng., Agustinus Wibowo, Hermawan Kertajaya, Franz Magnis-Suseno, serta penulis internasional seperti Enid Blyton, Paulo Coelho, J.K. Rowling, Agatha Christie, J.R.R. Tolkien, Malcolm Gladwell, Dale Carnegie mempercayakan karyanya untuk selalu diterbitkan melalui Gramedia Pustaka Utama. Karya-karya terbitan Gramedia Pustaka Utama juga telah berhasil meraih berbagai penghargaan, baik nasional maupun internasional, di antaranya Kusala Sastra Khatulistiwa, Penghargaan IKAPI, Islamic Book Award, Anugerah Pembaca Indonesia, Gourmand World Cookbook Awards, Liberaturpreis Jerman, World Reader's Award, hingga dinominasikan dalam penghargaan Man Booker International Prize. Di samping itu, Gramedia Pustaka Utama juga selalu mendukung berbagai kegiatan pengembangan literasi di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan berpartisipasi aktif dalam Ubud Writers & Readers Festival, Makassar International Writers Festival, ASEAN Literary Festival, serta Singapore International Writers Festival. Saat ini, dengan lebih dari 30 ribu judul buku yang telah diterbitkan serta jalinan kerjasama dengan lebih dari 200 penerbit asing terkemuka dari AS, Belanda, Jerman, Belgia, Brasil, Denmark, Hong Kong, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Malaysia, dan Swis, Gramedia Pustaka Utama telah berhasil mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penerbit buku terbaik di Indonesia. Di masa depan Gramedia Pustaka Utama berkomitmen untuk tetap berusaha menjadi agen pembaruan bagi bangsa: memilih dan memproduksi buku-buku yang berkualitas, yang  memperluas wawasan, memberikan pencerahan, dan merangsang kreativitas berpikir, dengan dukungan teknologi. Founded in 1974, Gramedia Pustaka Utama is a part of Kompas Gramedia, Indonesia's largest media network. Gramedia Pustaka Utama focuses its publication on these 12 major areas: Adult Fiction, Young Adult Fiction, Children's Books, Literature, Business & Economy, Social Sciences, Self Improvement, Dictionary & Reference, Culinary Books and Beauty & Fashion. For more than 40 years Gramedia Pustaka Utama have been publishing many of Indonesia's best books and home to some of the finest writers. Indonesia's most established authors such as Ahmad Tohari, Eka Kurniawan, Ahmad Fuadi, Marga T., Alberthiene Endah, Clara Ng., Agustinus Wibowo, Hermawan Kertajaya, Franz Magnis-Suseno, as well as international authors like Enid Blyton, Paulo Coelho, J.K. Rowling, Agatha Christie, J.R.R. Tolkien, Malcolm Gladwell and Dale Carnegie have entrusted their works to be published by Gramedia Pustaka Utama. Many of our published books have won numerous national and international awards, including Kusala Sastra Khatulistiwa, IKAPI (Association of Indonesian Publishers) Award, Islamic Book Award, Anugerah Pembaca Indonesia (Indonesia Readers' Award), Gourmand World Cookbook Awards, Liberaturpreis Germany, World Reader's Award, and have been nominated for the Man Booker International Prize. Gramedia Pustaka Utama also supports literacy development activities in Indonesia and South East Asia by participating actively in Ubud Writers & Readers Festival, Makassar International Writers Festival, ASEAN Literary Festival, and Singapore International Writers Festival. Today, with more than 30 thousand published titles and through its cooperation with more than 200 leading foreign publishers from the US, Netherlands, Germany, Belgium, Brazil, Denmark, Hong Kong, India, the Great Britain, Italy, Japan, Germany, Canada, Malaysia and Switzerland, Gramedia Pustaka Utama has solidified its position as one of the best publishers in Indonesia. In the future, Gramedia Pustaka Utama is committed to being the nation's agent of change: to choose and produce quality books, to expand horizons, to enlighten people and stimulate creative thinking, all with the support of cutting-edge technologies.      
Penerbit KPG
Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) adalah salah satu penerbit di bawah payung Kelompok Kompas Gramedia yang memiliki tradisi memadukan bisnis dan kegiatan sosial. Leluri ini bersumber pada keyakinan bahwa profit dalam bisnis seyogianya diperoleh dari mengembangkan potensi sekeliling. Didirikan pada 1 Juni 1996 atas prakarsa Parakitri T. Simbolon, KPG berusaha meningkatkan melek sains dan keterbukaan pikiran pembaca dengan menerbitkan buku-buku sains dan humaniora, baik lokal maupun terjemahan. Seperti namanya, pustaka tersebut hendaklah populer: serius dan nikmat. Serius, berarti sanggup memberi pembaca pemahaman yang jernih atas satu perkara, menggairahkan pembaca untuk memikirkan atau merenungkan suatu perkara lebih jauh lagi, atau memberi kejutan—sepetak ruang hening di tengah hiruk-pikuk banjir informasi. Nikmat, maka bahasanya mengalir jelas, dan bila perlu disajikan dengan ilustrasi, kartun, ataupun dalam bentuk komik agar perkara rumit lebih gampang dipahami. Buku pertama KPG,  terbit pada 1996, adalah Politik Kerakyatan, cerita bergambar saduran Discorsi karya utama Niccolò Machiavelli. Setahun kemudian, Politik Kekuasaan, masih saduran karya Machiavelli, terbit hampir bersamaan dengan tiga karya duo kartunis Benny & Mice dalam seri Lagak Jakarta.  Seri ini mendapat sambutan luas setelah  pada 2007 terbit Edisi Lengkap Lagak Jakarta. Pembaca makin gandrung dengan duo kartunis Benny & Mice, sosiolog par excellence, setelah mereka meluncurkan buku-bukunya, 100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta (2008), dan Lost in Bali 1 (2008) dan Lost in Bali 2 (2009), di samping karya tunggal Benny, Dari Presiden ke Presiden 1 dan 2. Novel pertama KPG, Saman, karya Ayu Utami, terbit hampir bertepatan dengan awal berkecambahnya Reformasi di negeri ini. Saman memenangi beberapa penghargaan sastra, di antaranya Lomba Penulisan Novel DKJ 1998 dan Prince Claus Award pada 2000. Kehadiran novel ini cukup fenomenal. Bukan hanya mutu sastranya yang tinggi dan keberaniannya mengangkat isu-isu politik dan seksualitas perempuan yang ketika itu ditabukan, Saman dicetak ulang hingga lima kali hanya dalam waktu tiga bulan, hingga menjadi lokomotif untuk penerbitan sastra lokal. Kartun Fisika karya Larry Gonick yang terbit pada 2001 merupakan buku sains pertama KPG. Buku-buku sains lainnya, antara lain, adalah Seri Science Masters. Seri ini mencakup buku-buku populer karya saintis terkemuka dunia di  berbagai bidang, mulai dari fisika kuantum hingga kosmologi, dan dari palaentologi hingga neurologi. Dalam perkembangannya, KPG memiliki beberapa lini, yaitu POP dan IceCube untuk pembaca remaja dan dewasa muda, GAIA untuk ibu muda, Kiddo untuk anak-anak, dan Muara untuk pembaca Muslim, serta inisiatif oleh Comma Books. Tidak hanya menerbitkan buku, kini KPG juga bergerak di bidang penerbitan konten. About Us Founded in 1996, Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) is a book publisher based in Jakarta, Indonesia, under Gramedia Group, the largest publishing group in Indonesia. KPG specializes in fiction and popular nonfiction books, by local authors as well as translations of international works. KPG’s active imprints include KPG (mainstream fiction and nonfiction books), Kiddo (children’s books), Pop and Icecube (young adult fiction and nonfiction). Indonesian authors published by KPG includes award winners Ayu Utami and Leila S. Chudori, as well as bestselling authors Lukas Setia Atmaja, Naela Ali, and Marchella FP. KPG publishes the Indonesian translations of some world-famous titles such as Sapiens (Yuval Noah Harari), The Things You Can See Only When You Slow Down (Haemin Sunim), The Power of Habit (Charles Duhigg), Norwegian Wood (Haruki Murakami), and Cosmos (Carl Sagan). KPG has also published books by National Geographic since 2011.              Kirim naskah: dps.gramedia.com Resensi: kpg.bookmania@gmail.com     #PenerbitKPG
124 likes