Islam, Otoritarianisme, dan Ketertinggalan
  Sinopsis Mengapa negara mayoritas Muslim menunjukkan tingkat otori­tarianisme yang tinggi dan tingkat pembangunan sosioekonomi yang rendah dibandingkan dengan rata-rata dunia? Ahmet T. Kuru mengkritik penjelasan-penjelasan yang menunjuk agama Islam sebagai penyebab perbedaan itu, karena dalam bidang filsafat dan sosioekonomi, dunia Muslim sempat lebih maju daripada Eropa Barat antara abad ke-9 dan ke-12 Masehi. Kolonialisme Barat juga bukan penyebabnya: dunia Muslim sudah menderita masalah politik dan sosioekonomi ketika kolonisasi bermula.  Kuru menunjukkan bahwa dunia Muslim sudah memiliki pemikir-pemikir dan pedagang-pedagang berpengaruh pada awal sejarahnya, ketika ortodoksi agama dan kekuasaan militer masih marak di Eropa. Namun, pada abad ke-11, persekutuan antara ulama ortodoks Islam dan negara-negara militer mulai bermunculan. Persekutuan itu sedikit demi sedikit menghalangi kreativitas intelektual dan ekonomi dengan meminggirkan kelas intelektual dan borjuis di dunia Muslim. Studi penting ini menghubungkan penjelasan sejarah dengan politik masa kini dengan memperlihatkan bahwa sampai sekarang, aliansi ulama-negara tetap mempersulit kreativitas dan kompetisi di negara-negara Muslim. Spesifikasi Produk Penulis: Ahmad T. Kuru Editor: Andya Primanda Penerjemah: Febri Ady Prasetyo Kategori: Nonfiksi, Sejarah Terbit: 30 Desember 2020 Harga: Rp 120.000 Tebal: 516 halaman Ukuran: 140 mm x 210 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024815172 ID KPG: 592001870 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di: - Gramedia.com - Gramedia Store - Siapasangka E-book Gramedia Digital Buku Terkait            #IslamOtoritarianismedanKetertinggalan #AhmedTKuru #Nonfiksi #Sejarah #PenerbitKPG
Breaking the Spell: Agama sebagai Fenomena Alam
  Sinopsis “Banyak di antara kita telah mencurahkan waktu dan energi untuk menengok argumen yang mendukung maupun menentang keberadaan Tuhan. Namun, tidak demikian dengan saya. Saya memutuskan beberapa waktu yang lalu bahwa ada semacam hasil lebih yang terus berkurang (diminishing returns) dalam perdebatan soal keberadaan Tuhan; saya juga meragukan adanya terobosan yang ditawarkan oleh kedua belah pihak. Di samping itu, banyak orang-orang yang mendalami agama bersikeras bahwa semua argumen—dari kedua belah pihak—tidak paham akan tujuan agama; dan keengganan mereka untuk berdebat meyakinkan saya akan ketulusan mereka. Baiklah. Lalu, apakah tujuan agama? Fenomena atau serangkaian fenomena macam apakah ini, sampai bisa begitu berarti bagi begitu banyak orang? Mengapa—dan bagaimana—fenomena atau serangkaian fenomena ini bisa begitu dipatuhi, dan mengatur kehidupan banyak orang? Itulah pertanyaan utama yang akan saya jawab dalam buku ini.”  “Bagaimanakah seorang pengunjung dari Mars akan dengan tenangnya menjelaskan agama manusia?...Dugaan saya, hasilnya kira-kira akan seperti buku baru ini, yang jernih, dan dari awal sampai akhir memikat serta nikmat.” –Jared Diamond, peraih penghargaan Pulitzer Prize; penulis Guns, Germs, and Steel, Collapse, dan The World Until Yesterday.  “Dahsyat. . . sintesa yang tajam atas kepustakaan riset evolusioner, antropolis, dan psikologis tentang asal mula dan penyebaran agama.” –Scientific American Spesifikasi Produk Penulis: Daniel C. Dennett Editor: Andya Primanda Penerjemah: Ninus D. Andarnuswari Kategori: Nonfiksi, Sosial Terbit: 13 Januari 2021 Harga: Rp 125.000 Tebal: 464 halaman Ukuran: 150 mm x 230 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024815196 ID KPG: 592001872 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di: - Gramedia.com - Gramedia Store - Siapasangka E-book Gramedia Digital Buku Terkait           #BreakingtheSpell #DanielCDennett #Nonfiksi #Sosial #PenerbitKPG
Virus, Manusia, Tuhan: Refleksi Lintas Iman tentang Covid-19
  Sinopsis Pandemi Covid-19 telah menghancurkan dan mengubah secara drastis seluruh aspek kehidupan. Berbagai asumsi, prediksi, serta analisis ilmiah maupun medis bermunculan untuk menjelaskan pandemi ini. Semua berusaha menjawab pertanyaan bagaimana kita harus menyikapi wabah ini: optimistis atau pesimistis?  Dengan kematian yang telah mencapai lebih dari satu juta jiwa di lebih dari 200 negara, nasib umat manusia semakin tidak menentu. Bahkan agama sebagai sebuah sistem sosial telah diobrak-abrik oleh wabah ini, hingga menuntut kita berpikir lebih dalam. Mereka yang tak punya pegangan kuat dalam menghadapi pandemi mengunci diri di rumah. Di sinilah iman berperan untuk menguatkan manusia dalam menghadapi virus berbahaya ini, walaupun bertentangan dengan argumentasi saintifik.  Mengapa Allah membiarkan manusia menderita menghadapi virus yang mematikan ini? Mengapa Tuhan tidak menghapuskan segala penyakit dan penderitaan manusia yang disebut sebagai khalifah di muka bumi ini? Di mana peran keimanan dalam menghadapi wabah ini? Bagaimana manusia menyikapi kesengsaraan yang dihadapinya?  Buku Virus, Manusia, Tuhan coba menjawab beragam pertanyaan terkait keimanan dan Covid-19 yang telah memorakporandakan kehidupan manusia di seluruh dunia. Para ahli agama, teolog, dan mereka yang mewakili komunitas agama di Indonesia menawarkan beragam refleksi dan perspektif lintas iman sebagai pegangan di masa sulit ini. Spesifikasi Produk Penulis: Dicky Sofjian, dkk. Editor: Galang Aji Putro Editor Tamu: Muhammad Wildan Perancang Sampul: Wendie Artswenda Penataletak: Wendie Artswenda Kategori: Nonfiksi, Sosial Terbit: 23 Desember 2020 Harga: Rp 160.000 Tebal: 358 halaman Ukuran: 150 mm x 230 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024815035 ID KPG: 592001859 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di: - Gramedia.com - Gramedia Store - Siapasangka E-book Gramedia Digital Buku Terkait          #VirusManusiaTuhan #DickySofjan #MuhammadWildan #ICRS #Nonfiksi #Sosial #PenerbitKPG
Aparajito
Sinopsis Beranjak dewasa berarti juga mempertaruhkan optimisme masa kanak-kanak. Demi masa depan yang lebih baik, Apu harus meninggalkan Nischindipur menuju Calcutta. Namun realita membawanya pada dilema, bertahan dengan rutinitas kota besar yang menjemukan dan penuh kesinisan, atau meninggalkannya. Aparajito, merupakan lanjutan dari Pater Pancali, sebuah trilogi yang melambungkan nama Bibhutibhushan Banerji. *** Membaca Bibhutibhushan Banerjee bagaikan memandang alam semesta. Karyanya membangkitkan rasa takjub dan kagum. Dialah salah satu di antara segelintir penulis yang mampu menggenggam kehidupan secara utuh, bukan sekadar menciduk pusaran waktu. -Taradas Banerjee Baneerje (Bibhutibhushan Bandopadhyay) tergolong salah seorang penulis prosa terbesar abad ke-20 dalam bahasa Bengali, yaitu kelompok penulis yang mencakup pula Rabindranath Tagore dan Saratchandra Chaterjee, tetapi kemasyhuran Banerjee berlainan dari mereka, yaitu pada mutu yang tinggi dan imbauan yang abadi dari karyanya. -T.W Clark Spesifikasi Produk Penulis: Bibhutibhushan Banerji Kategori: Fiksi, Sastra, Novel  Terbit: 7 November 2016 Harga: Rp 95.000 Tebal: 534 halaman Ukuran: 140 mm x 210 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024241575 ID KPG: 591601249 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di: Gramedia.com E-book Gramedia Digital Buku Terkait Peter Pancali, Raja Rao, Kementerian Maha Kebahagiaan     #SeriSastraDunia #Aparajito #BibhutibhushanBanerji #Fiksi #Sastra #Novel #PenerbitKPG 
3 likes
HMT Oppusunggu
  Humala Mangantar Tua (HMT) Oppusunggu lahir dari keluarga sederhana di Desa Marihat I, daerah perkebunan di Pematang Siantar, Sumatra Utara, 23 Agustus 1923. Meski begitu, pendidikan tetap nomor satu. Pada era penjajahan Belanda ia bersekolah di HBS VB Medan. Saat Jepang berkuasa, dia sekolah di Syonan Ika Daigaku, Singapura. Baru setelah Indonesia merdeka, Oppusunggu boleh berbangga bisa kuliah di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Kelak, ia juga berkesempatan menempuh pendidikan tinggi di salah satu universitas terbaik di Amerika Serikat, yakni School of Economics, Yale University. Dalam dunia pendidikan, Oppusunggu bisa dibilang anak ideologis Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, ekonom terkenal dan mantan Menteri Perdagangan RI. Sang profesor juga yang merekomendasikan Oppusunggu muda bekerja sebagai staf junior di Komisi Ekonomi dan Sosial PBB Untuk Asia dan Pasifik (ESCAP) di Bangkok, Thailand. Dari sekadar magang, penulis yang pernah menyandang pangkat letnan II, TNI, komandemen Sumatra, Bukittinggi itu, akhirnya mengabdi selama 20 tahun di ESCAP dan menjadi perwakilan Indonesia yang menjabat penasihat bidang ekonomi di lembaga internasional tersebut. Sekembalinya ke Indonesia, kebiasaan Oppusunggu menganalisa situasi ekonomi mikro dan makro terus berlanjut. Di usianya yang hampir seabad, mantan wakil rektor Universitas Nommensen Medan itu tetap rutin membaca koran, menyampaikan kritik dan saran, perbaikan-perbaikan untuk pemerintah kita lewat tulisan di media massa. Buah pemikiran Oppusunggu sebagian besar telah dibukukan. Teranyar, KPG menerbitkan kumpulan opininya dari tahun 1986-2018 dengan judul Pengecam Polos Indonesia Tiada Tara.  HMT Oppusunggu meninggal dunia pada Selasa, 5 Januari 2021 pukul 06.27 WIB di RS. Siloam Kebun Jeruk, Jakarta.    #PenulisKPG #HMTOppusunggu #PengecamPolosIndonesiaTiadaTara #SosialEkonomi #PenerbitKPG
2 likes
Nasir Tamara
  Nasir Tamara, yang pada 1970-an adalah wartawan Sinar Harapan di Paris, merupakan satu-satunya wartawan Indonesia--satu di antara dua wartawan Asia--yang mengikuti perjalanan pulang bersejarah Ayatullah Khomeini dari Paris ke Tehran di awal Januari 1979.  Di depan matanya berlangsung revolusi Iran: perubahan struktur kekuasaan, ekonomi, politik dan sosial. Seorang raja yang ditunjang oleh tentara urutan kelima terkuat di dunia digulingkan oleh rakyat tak bersenjata di bawah pimpinan seorang ulama yang hampir 15 tahun berada di pengasingan.  Pernah kuliah di Akademi Sinematografi, LPKJ, Jakarta di Falkutas Sastra, Universitas Indonesia, jurusan Antropologi. Nasir Tamara mendapat beasiswa dari pemerintah Prancis di tahun 1974 untuk belajar jurnalistik di Centre de Formation des Journalistes, Paris, yang dipimpin oleh Hubert Beuve-Mery, pendiri korang terkenal Le Monde. Lalu dilanjutkan di Institut Francais de Presse, Universite de Paris II sampai selesai. Semetara itu diikutinya kuliah Ilmu Politik di Universite de Paris I Sorbonne dan Antropologi di Univesite de Paris VII sampai mendapat gelar S2 di masing-masing disiplin. Tahun 1981 ia mendapat gelar doktor Sejarah dan Antropologi dari Ecole des Hauters D'Etudes en Sciences Sociales, Universite de Paris.  Nasir Tamara pernah bekerja sebagai koresponden Tempo di Paris. Di Eropa ia praktek kerja di kantor berita Prancis, AFP, Paris, dan di harian The Birmingham Post Inggris. Nasir Tamara yang terkadang menulis di mingguan Far Eastern Economic Review serta harian Suara Pembaruan dan Kompas, juga turut mendirikan harian Republika, majalah Kapital, dan Global TV. Selain Revolusi Iran (KPG, 2017), dia menulis, menerjemahkan, dan menjadi editor sekitar 20 buku, di antaranya Agama dan Dialog Antar Peradaban, Peran Iran Perang Irak, Hamka di Mata Hati Umat, Indonesia in the Wake of Islam, Di Puncak Himalaya Sang Dwiwarna Kukibarkan, Aburizal Bakrie: Bisnis dan Pemikiriannya, Indonesia tahun 2000, Mencuri Uang Rakyat: Korupsi di Indonesia, Indonesia Rising: Islam Democracy and the Rise of Indonesia.    #Profil #PenulisKPG #NasirTamara #RevolusiIran #PenerbitKPG 
2 likes
Mark Twain
  Mark Twain dilahirkan pada tahun 1835. Dia dibesarkan di Hannibal, Missouri, sebuah kota kecil dipinggir sungai Mississippi di Amerika Serikat. ketika remaja dia sangat tertarik kepada kapal-kapal uap yang berlalu-lalang di sungai Amerika Serikat yang besar itu. Ketika berusia sangat muda, Twain sudah bekerja sebagai seorang juru cetak di sebuah percetakan, dan kadang-kadang sebagai seorang penulis surat kabar. Sebagai pemuda berumur belasan tahun, dia menjadi nakhoda kapal sungai dan selama empat tahun berlayar di sungai Mississippi. Pada waktu Perang Saudara Amerika pecah pada tahun 1860, Twain pindah ke daerah barat yakni California. Saat itulah dia mengubah namanya menjadi "Mark Twain" yang berarti "dua depa dalamnya". Itu adalah istilah yang dipakai oleh awak kapal sungai bilamana mereka mengukur kedalaman air. Seiring berjalannnya waktu, Mark Twain mulai aktif menulis. Khususnya, Novel. Novel yang paling terkenal adalah Petualangan Tom Sawyer, dan Petualangan Huckleberry Finn. Kedua buku ini masing-masing menceritakan anak-anak berusia belasan tahun yang sedang tumbuh. Pengalaman-pengalaman mereka yang mengasyikkan itu menggambarkan kehidupan di tengah abad kesembilanbelas, dan menceritakan tentang pertentangan-pertentanganyang timbul antara orang muda dan orang dewasa. Seperti kebanyakan dari penulisan Twain, buku-buku ini penuh humor pula. Semakin umurnya bertambah, penulisannya semakin serius. Mark Twain meninggal pada tahun 1910. Sumber: Wikipedia     #PenulisKPG #MarkTwain #PetualanganTomSawyer #PetualanganHuckleberryFinn #PenerbitKPG
2 likes
Dr. Saiful Mujani
SAIFUL MUJANI, Asosiate Professor Ilmu Politik di Universitas Negeri Syarif Hidayatullah, adalah intelektual dan pendiri perusahaan penelitian politik paling berpengaruh di Indonesia sekarang ini--Saiful Mujani Research and Constulting (SMRC). Seorang pelopor utama penelitian survei di Indonesia, Saiful Mujani juga mendirikan Lembaga Survei Indonesia dan bertindak sebagai direkturnya dari 2004 hingga 2009.  Selain menjadi mantan direktur penelitian dan pengembangan Metro TV (saluran berita pertama di Indonesia dan sampai sekarang masih sangat diperhitungkan), Mujani secara teratur tampil di Metro TV serta TVOne dan SCTV. Ia juga menulis untuk majalah mingguan nasional terkemuka, Tempo, dan koran-koran nasional seperti Kompas, Media Indonesia, dan Koran Tempo. Publikasi-publikasi akademisinya mencakup berbagai artikel di American Journal of Political Science, Comparative Political Studies, Journal of Democracy, Asian Survey, dan Japanese Journal of Political Studies dan ia (bersama dengan Dr Liddle and Thomas Pepinky) mendapatkn anugerah tulisan terbaik dari American Political Science Assiociation pada Konferensi Tahunan 2009-nya. Salah satu kajiannya yang ditulis bersama Prof. William Liddle dan Kuskridho Ambardi tentang perilaku para pemilih di Indonesia telah dibukukan dengan judul "Kaum Demokrati Kritis: Analsis Perilaku Pemilih Indonesia" (KPG, 2019).   #Profil #PenulisKPG #SaifulMujani #RWilliamLiddle #KuskridhoAmabardi #KaumDemokratKritis #Nonfiksi #Politik #PenerbitKPG
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Didirikan tahun 1974, Gramedia Pustaka Utama merupakan bagian dari Kompas Gramedia, jaringan media terbesar di Indonesia. Fokus terbitannya kepada 12 bidang utama: Fiksi Dewasa, Fiksi Remaja, Fiksi Anak, Sastra - Literatur, Bisnis Ekonomi, Social Science, Pengembangan Diri, Kamus & Referensi, Boga, serta Busana & Kecantikan. Selama lebih dari 40 tahun penerbit Gramedia Pustaka Utama telah menjadi rumah bagi banyak penulis dan buku-buku terbaik di Indonesia. Beberapa nama penulis seperti Ahmad Tohari, Eka Kurniawan, Ahmad Fuadi, Marga T., Alberthiene Endah, Clara Ng., Agustinus Wibowo, Hermawan Kertajaya, Franz Magnis-Suseno, serta penulis internasional seperti Enid Blyton, Paulo Coelho, J.K. Rowling, Agatha Christie, J.R.R. Tolkien, Malcolm Gladwell, Dale Carnegie mempercayakan karyanya untuk selalu diterbitkan melalui Gramedia Pustaka Utama. Karya-karya terbitan Gramedia Pustaka Utama juga telah berhasil meraih berbagai penghargaan, baik nasional maupun internasional, di antaranya Kusala Sastra Khatulistiwa, Penghargaan IKAPI, Islamic Book Award, Anugerah Pembaca Indonesia, Gourmand World Cookbook Awards, Liberaturpreis Jerman, World Reader's Award, hingga dinominasikan dalam penghargaan Man Booker International Prize. Di samping itu, Gramedia Pustaka Utama juga selalu mendukung berbagai kegiatan pengembangan literasi di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan berpartisipasi aktif dalam Ubud Writers & Readers Festival, Makassar International Writers Festival, ASEAN Literary Festival, serta Singapore International Writers Festival. Saat ini, dengan lebih dari 30 ribu judul buku yang telah diterbitkan serta jalinan kerjasama dengan lebih dari 200 penerbit asing terkemuka dari AS, Belanda, Jerman, Belgia, Brasil, Denmark, Hong Kong, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Malaysia, dan Swis, Gramedia Pustaka Utama telah berhasil mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penerbit buku terbaik di Indonesia. Di masa depan Gramedia Pustaka Utama berkomitmen untuk tetap berusaha menjadi agen pembaruan bagi bangsa: memilih dan memproduksi buku-buku yang berkualitas, yang  memperluas wawasan, memberikan pencerahan, dan merangsang kreativitas berpikir, dengan dukungan teknologi. Founded in 1974, Gramedia Pustaka Utama is a part of Kompas Gramedia, Indonesia's largest media network. Gramedia Pustaka Utama focuses its publication on these 12 major areas: Adult Fiction, Young Adult Fiction, Children's Books, Literature, Business & Economy, Social Sciences, Self Improvement, Dictionary & Reference, Culinary Books and Beauty & Fashion. For more than 40 years Gramedia Pustaka Utama have been publishing many of Indonesia's best books and home to some of the finest writers. Indonesia's most established authors such as Ahmad Tohari, Eka Kurniawan, Ahmad Fuadi, Marga T., Alberthiene Endah, Clara Ng., Agustinus Wibowo, Hermawan Kertajaya, Franz Magnis-Suseno, as well as international authors like Enid Blyton, Paulo Coelho, J.K. Rowling, Agatha Christie, J.R.R. Tolkien, Malcolm Gladwell and Dale Carnegie have entrusted their works to be published by Gramedia Pustaka Utama. Many of our published books have won numerous national and international awards, including Kusala Sastra Khatulistiwa, IKAPI (Association of Indonesian Publishers) Award, Islamic Book Award, Anugerah Pembaca Indonesia (Indonesia Readers' Award), Gourmand World Cookbook Awards, Liberaturpreis Germany, World Reader's Award, and have been nominated for the Man Booker International Prize. Gramedia Pustaka Utama also supports literacy development activities in Indonesia and South East Asia by participating actively in Ubud Writers & Readers Festival, Makassar International Writers Festival, ASEAN Literary Festival, and Singapore International Writers Festival. Today, with more than 30 thousand published titles and through its cooperation with more than 200 leading foreign publishers from the US, Netherlands, Germany, Belgium, Brazil, Denmark, Hong Kong, India, the Great Britain, Italy, Japan, Germany, Canada, Malaysia and Switzerland, Gramedia Pustaka Utama has solidified its position as one of the best publishers in Indonesia. In the future, Gramedia Pustaka Utama is committed to being the nation's agent of change: to choose and produce quality books, to expand horizons, to enlighten people and stimulate creative thinking, all with the support of cutting-edge technologies.      
Penerbit KPG
Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) adalah salah satu penerbit di bawah payung Kelompok Kompas Gramedia yang memiliki tradisi memadukan bisnis dan kegiatan sosial. Leluri ini bersumber pada keyakinan bahwa profit dalam bisnis seyogianya diperoleh dari mengembangkan potensi sekeliling. Didirikan pada 1 Juni 1996 atas prakarsa Parakitri T. Simbolon, KPG berusaha meningkatkan melek sains dan keterbukaan pikiran pembaca dengan menerbitkan buku-buku sains dan humaniora, baik lokal maupun terjemahan. Seperti namanya, pustaka tersebut hendaklah populer: serius dan nikmat. Serius, berarti sanggup memberi pembaca pemahaman yang jernih atas satu perkara, menggairahkan pembaca untuk memikirkan atau merenungkan suatu perkara lebih jauh lagi, atau memberi kejutan—sepetak ruang hening di tengah hiruk-pikuk banjir informasi. Nikmat, maka bahasanya mengalir jelas, dan bila perlu disajikan dengan ilustrasi, kartun, ataupun dalam bentuk komik agar perkara rumit lebih gampang dipahami. Buku pertama KPG,  terbit pada 1996, adalah Politik Kerakyatan, cerita bergambar saduran Discorsi karya utama Niccolò Machiavelli. Setahun kemudian, Politik Kekuasaan, masih saduran karya Machiavelli, terbit hampir bersamaan dengan tiga karya duo kartunis Benny& Mice dalam seri Lagak Jakarta.  Seri ini mendapat sambutan luas setelah  pada 2007 terbit Edisi Lengkap Lagak Jakarta. Pembaca makin gandrung dengan duo kartunis Benny & Mice, sosiolog par excellence, setelah mereka meluncurkan buku-bukunya, 100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta (2008), dan Lost in Bali 1 (2008) dan Lost in Bali 2 (2009), di samping karya tunggal Benny, Dari Presiden ke Presiden 1 dan 2. Novel pertama KPG, Saman, karya Ayu Utami, terbit hampir bertepatan dengan awal berkecambahnya Reformasi di negeri ini. Saman memenangi beberapa penghargaan sastra, di antaranya Lomba Penulisan Novel DKJ 1998 dan Prince Claus Award pada 2000. Kehadiran novel ini cukup fenomenal. Bukan hanya mutu sastranya yang tinggi dan keberaniannya mengangkat isu-isu politik dan seksualitas perempuan yang ketika itu ditabukan, Saman dicetak ulang hingga lima kali hanya dalam waktu tiga bulan, hingga menjadi lokomotif untuk penerbitan sastra lokal. Kartun Fisika karya Larry Gonick yang terbit pada 2001 merupakan buku sains pertama KPG. Buku-buku sains lainnya, antara lain, adalah Seri Science Masters. Seri ini mencakup buku-buku populer karya saintis terkemuka dunia di  berbagai bidang, mulai dari fisika kuantum hingga kosmologi, dan dari palaentologi hingga neurologi. Dalam perkembangannya, KPG memiliki beberapa lini, yaitu POP dan IceCube untuk pembaca remaja dan dewasa muda, GAIA untuk ibu muda, Kiddo untuk anak-anak, dan Muara untuk pembaca Muslim, serta inisiatif oleh Comma Books. Tidak hanya menerbitkan buku, kini KPG juga bergerak di bidang penerbitan konten.     Kirim naskah: dps.gramedia.com Resensi: kpg.bookmania@gmail.com.  
107 likes