Berbohong Dengan Statistik
  Sinopsis Benjamin Disraeli (1804-1881) mengatakan ada tiga macam kebohongan: ngibul, bohong, dan statistik. Kendati peringatan ini telah berusia lebih dari seabad, statistik yang mengecoh masih saja kita jumpai hingga sekarang. Masih ingat iklan “tujuh dari sepuluh perempuan Indonesia menggunakan produk X”? Spanduk di belakang gedung MPR yang bertuliskan “jika Anda menolak si X maka Anda menyakiti hati sejuta pemilih partai Y”? Atau barangkali hasil riset yang menyimpulkan “dua dari tiga lelaki Jakarta berselingkuh”?  Buku ini mirip panduan bagaimana menggunakan statistik untuk mengelabui. Karena para penipu telah mahir menerapkan berbagai trik di dalam buku ini, orang-orang jujur seperti Anda layak membacanya untuk membela diri. Buku ini juga layak dibaca oleh mereka yang ingin belajar statistik lewat contoh sehari-hari. Spesifikasi Produk Penulis: Darrell Huff Penerjemah: J. Soetikno Pr. & Christina M. Udiani Ilustrator: Irving Geis Perancang Sampul & Penataletak: Pinahayu Parvati Kategori: Nonfiksi, Sains, Statistik Terbit: Mei 2002 (Cetakan pertama), 7 Juli 2021 (Cetakan kedua) Harga: Rp80.000 Tebal: 182 halaman Ukuran: 135 mm x 200 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024816032 ID KPG: 592101927 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di Gramedia.com Gramedia Store KPG Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Store di Tokopedia Gramedia Official Store di Blibli Gramedia Official Store di JD.ID Ebook Gramedia Digital Buku Terkait       #BerbohongdenganStatistik #DarrellHuff #Nonfiksi #Sains #Statistik #PenerbitKPG
Dari Belakang Gawang: Esai-esai Sepakbola
Sinopsis Tribun belakang gawang adalah posisi terbaik bagi pencinta sepak bola. Di sanalah kita menyorakkan dukungan ke lini belakang klub kebanggaan, sekaligus—pada babak lain—mengintimidasi kiper lawan agar gentar menghadapi serangan pemain kita. Semua itu dari jarak yang dekat sekali. Dari belakang gawanglah kita terlibat langsung, sebagai pemain kedua belas, dalam pertandingan. Di luar stadion, di mana-mana, sepak bola tetap tidak sanggup menolak keterlibatan kita. Messi yang menggiring bola mengecoh para pemain lawan, Ronaldo yang melompat setinggi batas nalar, atau Neymar yang jatuh untuk kesekian kalinya, semuanya terasa dekat. Kita selalu merasa terlibat. Dan bukan hanya kita saja, tetapi juga bandar judi, jaringan mafia, industri media, korporasi, politisi, dan banyak lagi. Dalam kumpulan esai Dari Belakang Gawang ini, Darmanto Simaepa dan Mahfud Ikhwan mempertemukan kepekaan antropolog dan imajinasi sastrawan untuk menunjukkan betapa luas bentang persoalan sepak bola, suatu cabang olahraga yang, pada kenyataannya, tidak sesederhana 22 pemain berebut bola. Spesifikasi Produk Penulis: Darmanto Simaepa & Mahfud Ikhwan Editor: Udji Kayang Perancang Sampul & Penataletak: Pinahayu Parvati Kategori: Nonfiksi, Kumpulan Esai Terbit: 7 Juli 2021 Harga: Rp80.000 Tebal: 216 halaman Ukuran: 135 mm x 200 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024816131 ID KPG: 592101925 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di Gramedia.com Gramedia Store KPG Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Store di Tokopedia Gramedia Official Store di Blibli Gramedia Official Store di JD.ID Ebook Gramedia Digital Buku Terkait             #DariBelakangGawang #DarmantoSimaepa #MahfudIkhwan #Nonfiksi #KumpulanEsai #PenerbitKPG
Naik Puisi: Catatan Seorang Penyair-Pengelana
Sinopsis “Saya sempat menyaksikan balkon tempat Nelson Mandela dulu memberikan pidato pertama setelah bebas dari penjara rezim apartheid. Nelson Mandela memang sosok luar biasa. Meski lama dipenjara oleh rezim apartheid, dia malah mengajak rekonsiliasi. Ini bedanya dengan di Indonesia. Dendam sejarah dipelihara untuk komoditas politik para politisi busuk.” Naik Puisi: Catatan Seorang Penyair-Pengelana adalah kisah perjalanan Tan Lioe Ie selama mengikuti festival sastra di berbagai negara dan di dalam negeri. Dengan gaya bahasa yang renyah, Tan Lioe Ie tidak hanya memotret perbedaan kondisi antara Indonesia dan negara-negara lain, tetapi juga bermacam peristiwa unik dan lucu yang dia alami bersama kawan-kawannya di berbagai tempat dan kesempatan. Ketika di Paramaribo, Suriname, misalnya, dia mampir ke sebuah toko suvenir yang menjual jimat untuk menang judi di kasino. Kepada kawannya, dia berbisik, “Jika jimat untuk menang judi ampuh, mestinya dia tak usah repot membuka toko oleh-oleh. Dipakai saja sendiri….” Spesifikasi Produk Penulis: Tan Lioe Ie Editor: Udji Kayang Perancang Sampul & Penataletak: Wendie Artswenda Kategori: Nonfiksi, Memoar Terbit: 30 Juni 2021  Harga: Rp 90.000 Tebal: 272 halaman Ukuran: 135 mm × 200 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024816063 ID KPG: 592101923 Bahasa: Indonesia Usia: 15+ Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di: Gramedia.com Gramedia Store KPG Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Store di Tokopedia Gramedia Official Store di Blibli Gramedia Official Store di JD.ID EBook Gramedia Digital Buku Terkait     #NaikPuisiCatatanSeorangPenyairPengelana #TanLioeIe #Nonfiksi #Memoar #PenerbitKPG
Monster Minister
                      Prapesan, klik gambar Sinopsis ”Semua Account Executive, Marketing, dan Sales kumpul buat rapat sekarang juga.”  ”Aku juga? Tapi aku, kan—”  ”Masih ada sejam sebelum jatah cuti lo berlaku, kan? Kalau masih pengin gajian di sini, saran gue mending ikut rapat.”  Kalita Yuma tidak tahan lagi dengan tuntutan target sang bos bertangan besi. Bukan cuma keringat Kalita yang diperas sampai tiris, hubungannya dengan Ibram juga kandas lantaran jam kerja yang tak habis-habis. Menuruti nasihat ibunya, Kalita mengundurkan diri lalu melamar sebagai staf di Kementerian Penerangan Informasi. Penghasilannya memang terjun bebas, tapi setidaknya hidupnya lebih tenang… sampai kabar bahwa Aldrich Avery Sharga, mantan bosnya itu, masuk kabinet sebagai Menteri Penerangan Informasi—alias akan menjadi bos Kalita lagi! Sementara semua orang menyambut kehadiran menteri muda tampan itu bak angin segar, Kalita malah mual dan buru-buru sebar CV supaya bisa segera angkat kaki dari Kempinfo. Kerjaan baru tak kunjung didapat, Kalita malah ditarik menjadi sekretaris pribadi Pak Menteri!  Kalau semua terserah Kalita, dia jelas tidak mau menderita untuk kedua kalinya. Namun, tanggungan sebagai sandwich generation membuat Kalita tidak siap menjadi pengangguran. Jadi, mau bagaimana lagi? Kalita terpaksa mengulang kisah yang sama. Akankah kali ini akhirnya berbeda? Spesifikasi Produk Penulis: Aya Widjaya Editor: Anida Nurrachmi Perancang Sampul: Airarumi Kategori: Fiksi, Novel Terbit: 7 Juli 2021 Harga: Rp 95.000 Tebal: 328 halaman Ukuran: 135 mm x 200 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024815776 ID KPG: 592101912 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: POP Dapatkan buku cetak di Gramedia.com Gramedia Store KPG Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Store di Tokopedia Gramedia Official Store di Blibli Gramedia Official Store di JD.ID  E-book Gramedia Digital Buku Terkait         #MonsterMinister #AyaWidjaja #Fiksi #Novel #PenerbitPOP #PenerbitKPG
Potret Pendoedoek di Djawa Tempo Doeloe
  Sinopsis Pernahkah Anda bingung saat harus berpose? Tidak masalah! Seorang fotografer profesional pasti tahu beberapa trik yang dapat membuat Anda tampil elok. Zaman dulu, pose orang yang difoto selalu diarahkan oleh fotografer. Hal yang penting, pose tersebut harus cukup serius dan merekam karakter dan ekspresi. Latar belakang dan elemen yang ikut difoto berfungsi untuk menambah suasana, sesuai konsep kreatif yang telah dibentuk oleh fotografer.  Buku ini memuat sekitar 170 kartu pos kuno dari koleksi penulis yang bergambar potret orang, diiringi narasi penjelasan. Mereka berasal dari berbagai etnis dan kelas sosial. Koleksi gambar dikelompokkan berdasarkan beberapa tema yang menerangi berbagai aspek dari penduduk di Pulau Jawa pada masa sekitar 1900-1940. Model yang difoto pada umumnya dipotret sebagai orang tampan dan cantik yang patut dihormati.  Kebanyakan orang yang diabadikan dalam buku ini tidak diketahui namanya. Mereka adalah kumpulan tokoh anonim dari suatu zaman yang telah lalu, yang sekarang tidak sengaja disatukan menjadi satu dokumen sejarah. Ada satu persamaan: semuanya diam terhadap kita. Jika mereka bisa bicara, pesan apakah yang akan mereka sampaikan? Apakah mereka merasa senang atau tidak nyaman? Zaman telah berubah, namun suasana hati orang dulu dan kini tetap sama. Lewat pesan yang dilestarikan dalam warisan visual yang mereka tinggalkan melalui buku ini, kita berusaha untuk lebih mengakrabi dan mengenali generasi seabad silam. Spesifikasi Produk Penulis: Olivier Johannes Raap Editor: Christina M. Udiani Penataletak & Perancang Sampul: Pinahayu Parvati Kategori: Nonfiksi, Sejarah Terbit: 16 Juni 2021 Harga: Rp 200.000 Tebal: 212 halaman Ukuran: 190 mm x 240 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024814366 ID KPG: 592101894 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di Gramedia.com Gramedia Store KPG Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Store di Tokopedia Gramedia Official Store di Blibli Gramedia Official Store di JD.ID  E-book Gramedia Digital Buku Terkait         #PotretPendoedoekdiDjawaTempoDoeloe #OlivierJohannesRaap #Nonfiksi #Sejarah #PenerbitKPG
Seri Tempo: Jalan Pos Daendels
  Sinopsis Membentang dari Anyer, Jawa Barat sampai Panarukan, Jawa Timur, Jalan Raya Pos dibangun hanya dalam setahun, 1808-1809. Kala itu, Herman William Daendels menjabat Gubernur Jenderal Hindia Belanda.  Marsekal Herman Willem Daendels datang ke Batavia pada 1808. Dia berwatak keras, tak hormat kepada raja-raja Yogyakarta dan Surakarta, apalagi bupati-bupati dan residen-residen. Lewat perintah dan tangan besi Daendels, pembangunan jalan itu dilaksanakan sebagai jalur mobilisasi pasukan dari Buitenzorg (Bogor) ke sepanjang Nusa Jawa. Di balik kemegahan Jalan Pos sepanjang 1.000 kilometer itu, tersimpan cerita-cerita muram, kisah kekerasan dan kebrutalan. Buku ini mengisahkan liputan Tempo menyusuri ruas-ruas Jalan Raya Pos. Ada kawasan tempat perkuburan pekerja rodi di zaman Daendels, yang juga makam jenazah korban penembakan misterius Orde Baru. Terdapat pula kelenteng-kelenteng yang setiap Cap Go Meh menggelar arak-arakan melewati Jalan Pos Daendels. Tak hanya itu, tersaji kisah pencarian awal stasium pos Daendels di Serang, Banten, serta lokalisasi di sepanjang Pantai Utara Jawa.  Spesifikasi Produk Penulis: Redaksi TEMPO Editor: Galang Aji Putro Perancang Sampul: Landi A. Handwiko Tataletak Isi: Dadang Kusmana  Kategori: Nonfiksi, Sejarah Terbit: 2 Oktober 2017 Harga: Rp60.000 Tebal: 136 halaman Ukuran: 160 mm x 230 mm Sampul: Softcover ISBN: 9786024246839 ID KPG: 591701408 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG Dapatkan buku cetak di Gramedia.com Gramedia Store KPG Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Shop di Shopee Mall Gramedia Official Store di Tokopedia Gramedia Official Store di Blibli Gramedia Official Store di JD.ID E-book Gramedia Digital Buku Terkait         #SeriTempo #SeriBukuTempo #SeriTempoJalanPosDaendels #JalanPosDaendels #RedaksiTEMPO #Nonfiksi #Sejarah #TempoPublishing #PenerbitKPG
Seri Tempo: Sjam, Lelaki dengan Lima Alias
Sinopsis Dua tahun setelah aksi berdarah Gerakan 30 September, Sjam Kamaruzaman baru muncul di depan publik. Ketika itu, Juli 1967, ia menjadi saksi dalam pengadilan Sudisman, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Indonesia. Sebelumnya ia hanya bayang dalam halimun: keberadaannya setengah dipercaya, setengah tidak. Biro Chusus, badan rahasia PKI yang dipimpinnya, semula diduga hanya khayalan tentara untuk memudahkan Soeharto memusnahkan partai komunis itu. Namun Sjam membenarkan semua tudingan. Ia mengaku memimpin Biro Chusus dan merencanakan aksi rahasia G30S. Sebagai orang yang bertugas memengaruhi anggota tentara agar mendukung PKI, ia punya akses ke kalangan militer. Seorang putranya mengenang bagaimana di penjara Sjam menempati sel yang besar serta diizinkan memiliki uang satu tas penuh untuk memenuhi segala kebutuhan. Siapakah Sjam, lelaki dengan lima nama alias itu? Adakah ia agen ganda atau sekadar pengikut Ketua PKI D.N. Aidit yang setia? Kisah tentang Sjam Kamaruzaman adalah satu cerita tentang orang kiri Indonesia yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo pada 2007-2010. Menyingkap yang belum terungkap, buku ini mengetengahkan pemikiran, ketakutan, kekecewaan, pengkhianatan, juga kisah cinta, dan perselingkuhan sejumlah tokoh komunis Indonesia. Spesifikasi Produk Penulis: Redaksi TEMPO Editor: Arif Zulkifli, Bagja Hidayat, Redaksi KPG Perancang sampul: Muhammad Rumi Penataletak sampul: Wendie Artswenda Penataletak isi: Dadang Kusuma Kategori: Nonfiksi, Sejarah Terbit: 6 Februari 2013 Harga: Rp50.000 Tebal: 116 halaman Ukuran: 160 mm x 230 mm Sampul: Softcover ISBN 13: 9789799102812 ID KPG: 92904100375 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG E-book Gramedia Digital Buku Terkait       #SeriTempo #SeriBukuTempo #SeriTempoOrangKiriIndonesia #SeriTempoSjam #SjamLelakidenganLimaAlias #RedaksiTEMPO #Nonfiksi #Sejarah #TempoPublishing #PenerbitKPG
Seri  Tempo: Njoto, Peniup Saksofon di Tengah Prahara
Sinopsis Ia berbeda dari orang komunis pada umumnya. Ia necis serta piawai bermain biola dan saksofon. Ia menikmati musik simfoni, menonton teater, dan menulis puisi yang tak melulu "pro-rakyat". Ia menghapus The Old Man and the Sea, film yang diangkat dari novel Ernest Hemingway dari daftar film Barat yang diharamkan Partai Komunis Indonesia. Ia menghayati Marxisme dan Leninisme, tapi tak menganggap yang "kapitalis" harus selalu dimusuhi. Njoto adalah sisi lain dari sejarah Gerakan 30 September 1965. Kecuali buku-buku Orde Baru yang menyebut semua anggota PKI terlibat G30S, kebanyakan sejarawan tak menemukan keterlibatan Njoto dalam aksi revolusioner itu. Menjelang prahara 1965 ia tak lagi berada di lingkaran dalam Ketua PKI D.N. Aidit: ia disingkirkan akibat terlalu dekat dengan Sukarno. Keretakan Njoto dengan Aidit dipercaya juga disebabkan oleh perselingkuhan Njoto dengan Rita, seorang perempuan Rusia yang disebut-sebut intel KGB. Kisah tentang Njoto adalah satu cerita tentang "orang kiri Indonesia" yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo pada 2007-2010. Menyingkap yang belum terungkap, buku ini mengetengahkan pemikiran, ketakutan, kekecewaan, pengkhianatan, juga kisah cinta dan perselingkuhan sejumlah tokoh komunis Indonesia. Spesifikasi Produk Penulis: Redaksi TEMPO Perancang sampul: Kendra H. Paramita Penataletak sampul & isi: Wendie Artswenda Editor: Arif Zulkifli, Bagja Hidayat, Redaksi KPG Kategori: Nonfiksi, Sejarah Terbit: Oktober 2010 Harga: Rp50.000 Tebal: 130 halaman Ukuran: 160 mm x 230 mm Sampul: Softcover ISBN 13: 9789799102805 ID KPG: 92904100374 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG E-book Gramedia Digital Buku Terkait       #SeriTempo #SeriBukuTempo #SeriTempoOrangKiriIndonesia #SeriTempoNjoto #NjotoPenipuSaksofondiTengahPrahara #RedaksiTEMPO #Nonfiksi #Sejarah #TempoPublishing #PenerbitKPG
Seri Tempo: Aidit, Dua Wajah Dipa Nusantara
  Sinopsis Bertahun-tahun orang mengenalnya sebagai "si jahat". Lelaki gugup berwajah dingin dengan bibir yang selalu berlumur asap rokok. Dialah Dipa Nusantara Aidit yang dikenal melalui film Pengkhianatan G-30-S/PKI. Di layar perak kita ngeri membayangkan sosoknya: lelaki penuh muslihat, dengan bibir bergetar memerintahkan pembunuhan massal 1965. Siapakah Aidit? Memimpin PKI pada usia 31, ia hanya perlu setahun untuk melambungkan partai itu dalam kategori empat partai besar di Indonesia pada Pemilu 1955. PKI mengklaim memiliki 3,5 juta pendukung dan menjadi partai komunis terbesar di dunia setelah partai Komunis di Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina. Aidit memimpikan Indonesia tanpa kelas, tapi ia terempas dalam prahara 1965. Setelah itu, seperti juga Peristiwa G30S, ia jadi mitos. Ia dibenci namun diam-diam dipelajari kembali. Kisah tentang D.N. Aidit adalah satu cerita tentang "orang kiri Indonesia" yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo pada 2007-2010. Menyingkap yang belum terungkap, buku ini mengetengahkan pemikiran, ketakutan, kekecewaan, pengkhianatan, juga kisah cinta, dan perselingkuhan sejumlah tokoh komunis Indonesia. Spesifikasi Produk Penulis: Redaksi TEMPO Perancang sampul: Muhammad Rumi Adiyan Penataletak sampul: Wendie Artswenda Penataletak isi: Dadang Kusuma Editor: Arif Zulkifli, Bagja Hidayat, Redaksi KPG Kategori: Nonfiksi, Sejarah Terbit: Oktober 2010 Harga: Rp50.000 Tebal: 164 halaman Ukuran: 160 mm x 230 mm Sampul: Softcover ISBN 13: 9789799102799 ID KPG: 92904100373 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG E-book Gramedia Digital Buku Terkait         #SeriTempo #SeriBukuTempo #SeriTempoOrangKiriIndonesia #SeriTempoAidit #AiditDuaWajahDipaNusantara #RedaksiTEMPO #Nonfiksi #Sejarah #TempoPublishing #PenerbitKPG
Seri Tempo: Musso, Si Merah di Simpang Republik
  Sinopsis Banyak orang mengenalnya sebagai tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam pemberontakan 1926 dan 1948. Yang pertama aksi PKI menentang pemerintah kolonial Belanda.Yang terakhir gerakan PKI di Madiun, Jawa Timur, melawan pemerintah pusat. Dialah Musso, anak Kediri yang ketika kecil dikenal rajin mengaji. Mendapat pendidikan politik ketika indekos di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, sepak terjangnya di masa-masa awal kemerdekaan tidak bisa diremehkan. Peran politik Musso bisa disejajarkan dengan peran Sukarno, Hatta, Sjahrir, dan Tan Malaka. Ia bermimpi tentang negeri yang adil, setara, dan merdeka seratus persen. Namun, ia memilih jalan radikal—bersimpang jalan dengan kalangan non-komunis, bahkan juga kalangan kiri yang tak segaris—hingga akhirnya lumat dalam gerakan yang masih berupa benih. Kisah tentang Musso adalah satu cerita tentang "orang kiri Indonesia" yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo pada 2007-2010. Menyingkap yang belum terungkap, buku ini mengetengahkan pemikiran, ketakutan, kekecewaan, pengkhianatan, juga kisah cinta dan perselingkuhan sejumlah tokoh komunis Indonesia. Spesifikasi Produk Penulis: Redaksi TEMPO Perancang sampul: Kendra H. Paramita Penataletak sampul: Wendie Artswenda Penateletak isi: Dadang Kusuma Editor: Wahyu Dhyatmika, Redaksi KPG Kategori: Nonfiksi, Sejarah Terbit: Januari 2011 Harga: Rp50.000 Tebal: 168 halaman Ukuran: 160 mm x 230 mm Sampul: Softcover ISBN 13: 9789799103062 ID KPG: 901110400 Usia: 15+ Bahasa: Indonesia Penerbit: KPG E-book Gramedia Digital Buku Terkait           #SeriTempo #SeriBukuTempo #SeriTempoOrangKiriIndonesia #SeriTempoMusso #MussoSiMerahdiSimpangRepublik #RedaksiTEMPO #Nonfiksi #Sejarah #TempoPublishing #PenerbitKPG
TL
TAN LIOE IE dilahirkan di Denpasar, menamatkan SD hingga SMA di kota yang sama dan kini tinggal di sana. Pernah kuliah di Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Jakarta (tidak tamat), sebelum akhirnya menamatkan S-1 Manajemen di Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, pada 1996.  Selain menulis puisi, dia menggubah puisi-musik (sinergi puisi dan musik). Puisi-musik gubahannya yang direkam dalam album Kuda Putih terdiri atas 10 komposisi, 8 di antaranya merupakan karya penyair Umbu Landu Paranggi, sedangkan sisanya adalah 2 puisinya sendiri. Dia juga menulis cerpen dan esai. Puisi-puisinya dimuat antara lain di Bali Post, Nusa, Kompas, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Merdeka, Berita Buana, CAK, Horison, Coast Lines, Le Banian, dan Orientirungen, serta tersebar dalam lebih dari 26 antologi. Buku puisinya yang pertama, Kita Bersaudara, diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul We Are All One oleh Dr Thomas M. Hunter Jr. Buku puisinya yang kedua, Malam Cahaya Lampion (Bentang Pustaka, 2005) diterjemahkan dalam bahasa Belanda (plus satu puisinya yang lain) dengan judul Nacht van de Lampionnen (Uitgeverij Conserve, 2008) oleh Linde Voute dan diluncurkan di Den Haag saat dirinya diundang tampil di Winternachten Festival. Puisinya juga pernah disiarkan dalam program Poetica radio ABC Australia. Buku puisi terbarunya, Ciam Si: Puisi-puisi Ramalan (Buku Arti, 2015), diterjemahkan oleh Elizabeth D. Inandiak ke dalam bahasa Prancis (Pustaka Ekspresi, 2017) dan diedarkan di Belgia. Puisinya juga ada yang diterjemahkan dalam bahasa Jerman, Mandarin, Rusia dan Bulgaria.  Tan Lioe Ie kerap diundang untuk tampil dalam berbagai acara sastra di berbagai tempat di Indonesia. Di luar negeri, antara lain dia pernah diundang mengikuti Tasmanian Writers & Readers Festival (2003), juga menjadi penulis residen; festival sastra di Suriname, kerja sama Winternachten dan SS ‘77 (kelompok penulis Suriname); festival sastra di Afrika Selatan, kerja sama Winternachten dan Spier Arts Trust (Stellenbosch), University of Western Cape (Cape Town), 10th Poetry Africa, Centre for Creative Arts University of Kwazulu-Natal, Durban; Winternachten Festival, Den Haag, Belanda; membaca puisi di Bronbeek, Belanda; membaca puisi di Paris dengan tuan rumah Pasar Malam, Lembaga Persahabatan Indonesia Prancis; serta membaca puisi di Berlin dalam acara Poetry Clash, yang diadakan oleh penulis Martin Jankowski dan kawan-kawan. Pembacaan puisinya juga pernah direkam oleh sutradara Wieteke van Dort (Belanda). Dalam rekaman yang sama, aktor Belanda Willem Nijholt juga membaca puisi Tan Lioe Ie. Dalam sebuah wawancara oleh radio ABC dan BBC, dia diminta membacakan puisinya. Pada 2017, Tan Lioe Ie menjadi salah seorang sastrawan delegasi kesenian yang ikut serta dalam Europalia Arts Festival Indonesia di Belgia.  Tan Lioe Ie pernah memenangkan lomba penulisan puisi nasional Sanggar Minum Kopi dan Taraju Awards. Dia juga redaksi jurnal CAK, pernah menjadi editor tamu Coast Lines, editor Paradox, dan pernah aktif di Sanggar Minum Kopi, Bali. Bersama beberapa teman, dia membentuk Bali Blues Island (komunitas blues). Bersama Bali PuisiMusik, Tan Lioe Ie sudah meluncurkan album Exorcism dan pada akhir 2012 merilis Kuda Putih. Dia juga bergabung dengan Classic Rock & Blues Community. Buku memoar Tan Lioe Ie akan diterbitkan oleh Penerbit KPG, dengan judul Naik Puisi: Catatan Seorang Penyair-Pengelana.  
1 like
Pungky Widiaryanto
  PUNGKY WIDIARYANTO lahir di Bantul, 17 April 1983. Ia lulus pendidikan S1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2006. Semasa kuliah, ia tidak hanya berfokus pada dunia akademik, melainkan juga aktif di berbagai kegiatan organisasi, baik di dalam maupun luar kampus. Prestasi akademik dan keaktifannya pada ekstra kurikuler mengantarkan Pungky mendapatkan sejumlah beasiswa, mengikuti Future Leader Program UGM, dan mewakili universitasnya di ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional. Di luar akademik, ia memenangi turnamen olahraga, khususnya cabang Tae Kwon Do dan anggar. Ia juga terpilih sebagai Duta Wisata “Dimas Diajeng” Yogyakarta.  Pada 2011, ia melanjutkan pendidikan S2 (MSc) dengan beasiswa dari USAID di Department Forestry, Michigan State University, Amerika Serikat, dan mengambil spesialisasi International Development. Saat kuliah di Amerika, ia memperoleh Ambassador’s Award for Excellence dari Duta Besar Indonesia untuk Amerika. Selain itu, Pungky pernah mendapatkan beasiswa dari British Council, USFS, JICA, Chevening Fellowship, dan Australia Awards.  Setelah lulus pendidikan sarjana, ia sempat menjadi dosen di almamaternya. Kemudian, ia mengabdikan diri untuk negeri sebagai aparatur sipil negara hingga kini. Berbagai pelatihan terkait dengan konservasi, kehutanan, perubahan iklim, kebijakan publik, hingga kepemimpinan di dalam dan luar negeri pernah diikutinya. Sehari-hari ia berkecimpung dalam perencanaan konservasi alam dan kehutanan. Selain memimpin beberapa proyek dan bekerja sama dengan rekannya, Pungky menyukai petualangan alam. Terutama di taman nasional, baik di Indonesia maupun di mancanegara. Oleh karena itu, ia mempersembahkan satu buku khusus berjudul Taman Nasional Indonesia: Permata Warisan Bangsa (KPG, 2021). Pungky juga rajin menulis artikel di media massa, majalah, dan jurnal ilmiah. Ia terlibat aktif dalam penyusunan kajian dan dokumen kebijakan publik, antara lain, “Strategi Nasional REDD+” (2010), “Grand Design Pengendalian Karhutbunla” (2017), “Rasionalisasi Kawasan Hutan” (2018), “Mekanisme Pendanaan Kawasan Konservasi” (2019), dan dokumen perencanaan pembangunan nasional.     #PungkyWidiaryanto #TamanNasionalIndonesia #PenerbitKPG
HMT Oppusunggu
  Humala Mangantar Tua (HMT) Oppusunggu lahir dari keluarga sederhana di Desa Marihat I, daerah perkebunan di Pematang Siantar, Sumatra Utara, 23 Agustus 1923. Meski begitu, pendidikan tetap nomor satu. Pada era penjajahan Belanda ia bersekolah di HBS VB Medan. Saat Jepang berkuasa, dia sekolah di Syonan Ika Daigaku, Singapura. Baru setelah Indonesia merdeka, Oppusunggu boleh berbangga bisa kuliah di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Kelak, ia juga berkesempatan menempuh pendidikan tinggi di salah satu universitas terbaik di Amerika Serikat, yakni School of Economics, Yale University. Dalam dunia pendidikan, Oppusunggu bisa dibilang anak ideologis Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, ekonom terkenal dan mantan Menteri Perdagangan RI. Sang profesor juga yang merekomendasikan Oppusunggu muda bekerja sebagai staf junior di Komisi Ekonomi dan Sosial PBB Untuk Asia dan Pasifik (ESCAP) di Bangkok, Thailand. Dari sekadar magang, penulis yang pernah menyandang pangkat letnan II, TNI, komandemen Sumatra, Bukittinggi itu, akhirnya mengabdi selama 20 tahun di ESCAP dan menjadi perwakilan Indonesia yang menjabat penasihat bidang ekonomi di lembaga internasional tersebut. Sekembalinya ke Indonesia, kebiasaan Oppusunggu menganalisa situasi ekonomi mikro dan makro terus berlanjut. Di usianya yang hampir seabad, mantan wakil rektor Universitas Nommensen Medan itu tetap rutin membaca koran, menyampaikan kritik dan saran, perbaikan-perbaikan untuk pemerintah kita lewat tulisan di media massa. Buah pemikiran Oppusunggu sebagian besar telah dibukukan. Teranyar, KPG menerbitkan kumpulan opininya dari tahun 1986-2018 dengan judul Pengecam Polos Indonesia Tiada Tara.  HMT Oppusunggu meninggal dunia pada Selasa, 5 Januari 2021 pukul 06.27 WIB di RS. Siloam Kebun Jeruk, Jakarta.    #PenulisKPG #HMTOppusunggu #PengecamPolosIndonesiaTiadaTara #SosialEkonomi #PenerbitKPG
2 likes
Nasir Tamara
  Nasir Tamara, yang pada 1970-an adalah wartawan Sinar Harapan di Paris, merupakan satu-satunya wartawan Indonesia--satu di antara dua wartawan Asia--yang mengikuti perjalanan pulang bersejarah Ayatullah Khomeini dari Paris ke Tehran di awal Januari 1979.  Di depan matanya berlangsung revolusi Iran: perubahan struktur kekuasaan, ekonomi, politik dan sosial. Seorang raja yang ditunjang oleh tentara urutan kelima terkuat di dunia digulingkan oleh rakyat tak bersenjata di bawah pimpinan seorang ulama yang hampir 15 tahun berada di pengasingan.  Pernah kuliah di Akademi Sinematografi, LPKJ, Jakarta di Falkutas Sastra, Universitas Indonesia, jurusan Antropologi. Nasir Tamara mendapat beasiswa dari pemerintah Prancis di tahun 1974 untuk belajar jurnalistik di Centre de Formation des Journalistes, Paris, yang dipimpin oleh Hubert Beuve-Mery, pendiri korang terkenal Le Monde. Lalu dilanjutkan di Institut Francais de Presse, Universite de Paris II sampai selesai. Semetara itu diikutinya kuliah Ilmu Politik di Universite de Paris I Sorbonne dan Antropologi di Univesite de Paris VII sampai mendapat gelar S2 di masing-masing disiplin. Tahun 1981 ia mendapat gelar doktor Sejarah dan Antropologi dari Ecole des Hauters D'Etudes en Sciences Sociales, Universite de Paris.  Nasir Tamara pernah bekerja sebagai koresponden Tempo di Paris. Di Eropa ia praktek kerja di kantor berita Prancis, AFP, Paris, dan di harian The Birmingham Post Inggris. Nasir Tamara yang terkadang menulis di mingguan Far Eastern Economic Review serta harian Suara Pembaruan dan Kompas, juga turut mendirikan harian Republika, majalah Kapital, dan Global TV. Selain Revolusi Iran (KPG, 2017), dia menulis, menerjemahkan, dan menjadi editor sekitar 20 buku, di antaranya Agama dan Dialog Antar Peradaban, Peran Iran Perang Irak, Hamka di Mata Hati Umat, Indonesia in the Wake of Islam, Di Puncak Himalaya Sang Dwiwarna Kukibarkan, Aburizal Bakrie: Bisnis dan Pemikiriannya, Indonesia tahun 2000, Mencuri Uang Rakyat: Korupsi di Indonesia, Indonesia Rising: Islam Democracy and the Rise of Indonesia.    #Profil #PenulisKPG #NasirTamara #RevolusiIran #PenerbitKPG 
2 likes
Mark Twain
  Mark Twain dilahirkan pada tahun 1835. Dia dibesarkan di Hannibal, Missouri, sebuah kota kecil dipinggir sungai Mississippi di Amerika Serikat. ketika remaja dia sangat tertarik kepada kapal-kapal uap yang berlalu-lalang di sungai Amerika Serikat yang besar itu. Ketika berusia sangat muda, Twain sudah bekerja sebagai seorang juru cetak di sebuah percetakan, dan kadang-kadang sebagai seorang penulis surat kabar. Sebagai pemuda berumur belasan tahun, dia menjadi nakhoda kapal sungai dan selama empat tahun berlayar di sungai Mississippi. Pada waktu Perang Saudara Amerika pecah pada tahun 1860, Twain pindah ke daerah barat yakni California. Saat itulah dia mengubah namanya menjadi "Mark Twain" yang berarti "dua depa dalamnya". Itu adalah istilah yang dipakai oleh awak kapal sungai bilamana mereka mengukur kedalaman air. Seiring berjalannnya waktu, Mark Twain mulai aktif menulis. Khususnya, Novel. Novel yang paling terkenal adalah Petualangan Tom Sawyer, dan Petualangan Huckleberry Finn. Kedua buku ini masing-masing menceritakan anak-anak berusia belasan tahun yang sedang tumbuh. Pengalaman-pengalaman mereka yang mengasyikkan itu menggambarkan kehidupan di tengah abad kesembilanbelas, dan menceritakan tentang pertentangan-pertentanganyang timbul antara orang muda dan orang dewasa. Seperti kebanyakan dari penulisan Twain, buku-buku ini penuh humor pula. Semakin umurnya bertambah, penulisannya semakin serius. Mark Twain meninggal pada tahun 1910. Sumber: Wikipedia     #PenulisKPG #MarkTwain #PetualanganTomSawyer #PetualanganHuckleberryFinn #PenerbitKPG
2 likes
Dr. Saiful Mujani
SAIFUL MUJANI, Asosiate Professor Ilmu Politik di Universitas Negeri Syarif Hidayatullah, adalah intelektual dan pendiri perusahaan penelitian politik paling berpengaruh di Indonesia sekarang ini--Saiful Mujani Research and Constulting (SMRC). Seorang pelopor utama penelitian survei di Indonesia, Saiful Mujani juga mendirikan Lembaga Survei Indonesia dan bertindak sebagai direkturnya dari 2004 hingga 2009.  Selain menjadi mantan direktur penelitian dan pengembangan Metro TV (saluran berita pertama di Indonesia dan sampai sekarang masih sangat diperhitungkan), Mujani secara teratur tampil di Metro TV serta TVOne dan SCTV. Ia juga menulis untuk majalah mingguan nasional terkemuka, Tempo, dan koran-koran nasional seperti Kompas, Media Indonesia, dan Koran Tempo. Publikasi-publikasi akademisinya mencakup berbagai artikel di American Journal of Political Science, Comparative Political Studies, Journal of Democracy, Asian Survey, dan Japanese Journal of Political Studies dan ia (bersama dengan Dr Liddle and Thomas Pepinky) mendapatkn anugerah tulisan terbaik dari American Political Science Assiociation pada Konferensi Tahunan 2009-nya. Salah satu kajiannya yang ditulis bersama Prof. William Liddle dan Kuskridho Ambardi tentang perilaku para pemilih di Indonesia telah dibukukan dengan judul "Kaum Demokrati Kritis: Analsis Perilaku Pemilih Indonesia" (KPG, 2019).   #Profil #PenulisKPG #SaifulMujani #RWilliamLiddle #KuskridhoAmabardi #KaumDemokratKritis #Nonfiksi #Politik #PenerbitKPG
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Didirikan tahun 1974, Gramedia Pustaka Utama merupakan bagian dari Kompas Gramedia, jaringan media terbesar di Indonesia. Fokus terbitannya kepada 12 bidang utama: Fiksi Dewasa, Fiksi Remaja, Fiksi Anak, Sastra - Literatur, Bisnis Ekonomi, Social Science, Pengembangan Diri, Kamus & Referensi, Boga, serta Busana & Kecantikan. Selama lebih dari 40 tahun penerbit Gramedia Pustaka Utama telah menjadi rumah bagi banyak penulis dan buku-buku terbaik di Indonesia. Beberapa nama penulis seperti Ahmad Tohari, Eka Kurniawan, Ahmad Fuadi, Marga T., Alberthiene Endah, Clara Ng., Agustinus Wibowo, Hermawan Kertajaya, Franz Magnis-Suseno, serta penulis internasional seperti Enid Blyton, Paulo Coelho, J.K. Rowling, Agatha Christie, J.R.R. Tolkien, Malcolm Gladwell, Dale Carnegie mempercayakan karyanya untuk selalu diterbitkan melalui Gramedia Pustaka Utama. Karya-karya terbitan Gramedia Pustaka Utama juga telah berhasil meraih berbagai penghargaan, baik nasional maupun internasional, di antaranya Kusala Sastra Khatulistiwa, Penghargaan IKAPI, Islamic Book Award, Anugerah Pembaca Indonesia, Gourmand World Cookbook Awards, Liberaturpreis Jerman, World Reader's Award, hingga dinominasikan dalam penghargaan Man Booker International Prize. Di samping itu, Gramedia Pustaka Utama juga selalu mendukung berbagai kegiatan pengembangan literasi di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan berpartisipasi aktif dalam Ubud Writers & Readers Festival, Makassar International Writers Festival, ASEAN Literary Festival, serta Singapore International Writers Festival. Saat ini, dengan lebih dari 30 ribu judul buku yang telah diterbitkan serta jalinan kerjasama dengan lebih dari 200 penerbit asing terkemuka dari AS, Belanda, Jerman, Belgia, Brasil, Denmark, Hong Kong, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Malaysia, dan Swis, Gramedia Pustaka Utama telah berhasil mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penerbit buku terbaik di Indonesia. Di masa depan Gramedia Pustaka Utama berkomitmen untuk tetap berusaha menjadi agen pembaruan bagi bangsa: memilih dan memproduksi buku-buku yang berkualitas, yang  memperluas wawasan, memberikan pencerahan, dan merangsang kreativitas berpikir, dengan dukungan teknologi. Founded in 1974, Gramedia Pustaka Utama is a part of Kompas Gramedia, Indonesia's largest media network. Gramedia Pustaka Utama focuses its publication on these 12 major areas: Adult Fiction, Young Adult Fiction, Children's Books, Literature, Business & Economy, Social Sciences, Self Improvement, Dictionary & Reference, Culinary Books and Beauty & Fashion. For more than 40 years Gramedia Pustaka Utama have been publishing many of Indonesia's best books and home to some of the finest writers. Indonesia's most established authors such as Ahmad Tohari, Eka Kurniawan, Ahmad Fuadi, Marga T., Alberthiene Endah, Clara Ng., Agustinus Wibowo, Hermawan Kertajaya, Franz Magnis-Suseno, as well as international authors like Enid Blyton, Paulo Coelho, J.K. Rowling, Agatha Christie, J.R.R. Tolkien, Malcolm Gladwell and Dale Carnegie have entrusted their works to be published by Gramedia Pustaka Utama. Many of our published books have won numerous national and international awards, including Kusala Sastra Khatulistiwa, IKAPI (Association of Indonesian Publishers) Award, Islamic Book Award, Anugerah Pembaca Indonesia (Indonesia Readers' Award), Gourmand World Cookbook Awards, Liberaturpreis Germany, World Reader's Award, and have been nominated for the Man Booker International Prize. Gramedia Pustaka Utama also supports literacy development activities in Indonesia and South East Asia by participating actively in Ubud Writers & Readers Festival, Makassar International Writers Festival, ASEAN Literary Festival, and Singapore International Writers Festival. Today, with more than 30 thousand published titles and through its cooperation with more than 200 leading foreign publishers from the US, Netherlands, Germany, Belgium, Brazil, Denmark, Hong Kong, India, the Great Britain, Italy, Japan, Germany, Canada, Malaysia and Switzerland, Gramedia Pustaka Utama has solidified its position as one of the best publishers in Indonesia. In the future, Gramedia Pustaka Utama is committed to being the nation's agent of change: to choose and produce quality books, to expand horizons, to enlighten people and stimulate creative thinking, all with the support of cutting-edge technologies.      
Penerbit KPG
Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) adalah salah satu penerbit di bawah payung Kelompok Kompas Gramedia yang memiliki tradisi memadukan bisnis dan kegiatan sosial. Leluri ini bersumber pada keyakinan bahwa profit dalam bisnis seyogianya diperoleh dari mengembangkan potensi sekeliling. Didirikan pada 1 Juni 1996 atas prakarsa Parakitri T. Simbolon, KPG berusaha meningkatkan melek sains dan keterbukaan pikiran pembaca dengan menerbitkan buku-buku sains dan humaniora, baik lokal maupun terjemahan. Seperti namanya, pustaka tersebut hendaklah populer: serius dan nikmat. Serius, berarti sanggup memberi pembaca pemahaman yang jernih atas satu perkara, menggairahkan pembaca untuk memikirkan atau merenungkan suatu perkara lebih jauh lagi, atau memberi kejutan—sepetak ruang hening di tengah hiruk-pikuk banjir informasi. Nikmat, maka bahasanya mengalir jelas, dan bila perlu disajikan dengan ilustrasi, kartun, ataupun dalam bentuk komik agar perkara rumit lebih gampang dipahami. Buku pertama KPG,  terbit pada 1996, adalah Politik Kerakyatan, cerita bergambar saduran Discorsi karya utama Niccolò Machiavelli. Setahun kemudian, Politik Kekuasaan, masih saduran karya Machiavelli, terbit hampir bersamaan dengan tiga karya duo kartunis Benny & Mice dalam seri Lagak Jakarta.  Seri ini mendapat sambutan luas setelah  pada 2007 terbit Edisi Lengkap Lagak Jakarta. Pembaca makin gandrung dengan duo kartunis Benny & Mice, sosiolog par excellence, setelah mereka meluncurkan buku-bukunya, 100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta (2008), dan Lost in Bali 1 (2008) dan Lost in Bali 2 (2009), di samping karya tunggal Benny, Dari Presiden ke Presiden 1 dan 2. Novel pertama KPG, Saman, karya Ayu Utami, terbit hampir bertepatan dengan awal berkecambahnya Reformasi di negeri ini. Saman memenangi beberapa penghargaan sastra, di antaranya Lomba Penulisan Novel DKJ 1998 dan Prince Claus Award pada 2000. Kehadiran novel ini cukup fenomenal. Bukan hanya mutu sastranya yang tinggi dan keberaniannya mengangkat isu-isu politik dan seksualitas perempuan yang ketika itu ditabukan, Saman dicetak ulang hingga lima kali hanya dalam waktu tiga bulan, hingga menjadi lokomotif untuk penerbitan sastra lokal. Kartun Fisika karya Larry Gonick yang terbit pada 2001 merupakan buku sains pertama KPG. Buku-buku sains lainnya, antara lain, adalah Seri Science Masters. Seri ini mencakup buku-buku populer karya saintis terkemuka dunia di  berbagai bidang, mulai dari fisika kuantum hingga kosmologi, dan dari palaentologi hingga neurologi. Dalam perkembangannya, KPG memiliki beberapa lini, yaitu POP dan IceCube untuk pembaca remaja dan dewasa muda, GAIA untuk ibu muda, Kiddo untuk anak-anak, dan Muara untuk pembaca Muslim, serta inisiatif oleh Comma Books. Tidak hanya menerbitkan buku, kini KPG juga bergerak di bidang penerbitan konten. About Us Founded in 1996, Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) is a book publisher based in Jakarta, Indonesia, under Gramedia Group, the largest publishing group in Indonesia. KPG specializes in fiction and popular nonfiction books, by local authors as well as translations of international works. KPG’s active imprints include KPG (mainstream fiction and nonfiction books), Kiddo (children’s books), Pop and Icecube (young adult fiction and nonfiction). Indonesian authors published by KPG includes award winners Ayu Utami and Leila S. Chudori, as well as bestselling authors Lukas Setia Atmaja, Naela Ali, and Marchella FP. KPG publishes the Indonesian translations of some world-famous titles such as Sapiens (Yuval Noah Harari), The Things You Can See Only When You Slow Down (Haemin Sunim), The Power of Habit (Charles Duhigg), Norwegian Wood (Haruki Murakami), and Cosmos (Carl Sagan). KPG has also published books by National Geographic since 2011.              Kirim naskah: dps.gramedia.com Resensi: kpg.bookmania@gmail.com     #PenerbitKPG
118 likes