Kepustakaan Populer Gramedia
by on June 1, 2024
54 views

“To the love you lost in the winds of time and comes back lifetimes later,
To the strings of chances and fates that tie us together.” 

JAKARTA - Apakah kamu percaya ada takdir yang telah disuratkan atau kehidupan setelah kematian? 

Helena Natasha suatu kali menemukan lukisan di media sosial yang mirip dengannya. Bahkan pose anak perempuan memangku kucing itu adalah gaya berfoto impian penulis kelahiran 1993 ini. Dia pikir kemiripan itu hanya perasaan sepihak, tetapi setelah mencoba bertanya ke keluarga dan teman dekat, pendapatnya sama. Mereka mengusulkan untuk ikut pembacaan tarot. Tiga pembaca tarot berbeda mengatakan kemungkinan besar Natasha memang reinkarnasi dari anak perempuan di lukisan tersebut. 

Tentu saja, Natasha tidak lantas percaya. Namun pertemuan dengan lukisan tersebut membekas dan menginspirasinya menulis sajak-sajak reflektif dalam buku terbarunya, Chances, Spelled in Poetry

Diterbitkan sebagai buku ketiga dari seri puisinya, Chances, Spelled in Poetry sebenarnya merupakan buku keempat Helena Natasha, setelah A Starry Journal (2018) berkolaborasi dengan ilustrator Eleonore Grace, Love, Spelled in Poetry (2019), dan Dreams, Spelled in Poetry (2021). Semua bukunya ditulis dalam bahasa Inggris dan dirilis bersama Penerbit POP, lini penerbitan buku remaja milik Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). 

Dari segi cerita, buku bersampul hijau ini menyeret pembaca pada arus kehidupan yang lebih gelap dibandingkan buku pertama dan keduanya. Pada Love, Spelled in Poetry, Natasha menggambarkan kisah cinta pertama yang polos dan serba-menawan bak negeri dongeng. Di Dreams, Spelled in Poetry, ia mulai terjaga dari mimpi indah. “Mengejar mimpi dan cinta ternyata tidak seromantis itu,” ujar alumni sekolah bisnis Prasetiya Mulya itu saat Bincang Buku di Instagram Live bersama Penerbit POP,  23 Mei lalu. Ia jadi berpikir bagaimana jika kehidupannya dipenuhi kegagalan, akankah ada kesempatan kedua? Menggunakan metafora reinkarnasi dan transformasi, Helena Natasha menjawabnya dalam Chances, Spelled in Poetry. 

Selain dari segi cerita, buku puisi yang dikemas hardcover ini menjadi berbeda berkat sentuhan artistik dari Kurniawan Ho Wijaya, seorang seniman multidisiplin yang sudah malang melintang di industri pernikahan. Sejak pertama menatap buku ini, pembaca harus siap-siap tersedot dalam pusaran roda kehidupan, yang kadang melambungkan, kadang menjatuhkan. Sebuah perjalanan mencari makna yang entah di mana ujungnya. 

Chances, Spelled in Poetry terbit 29 Mei 2024, tiga tahun setelah buku terakhir Helena. Mari rayakan di Perpustakaan Baca di Tebet pada Sabtu, 1 Juni 2024 pukul 15.00 WIB. Peluncuran buku akan dimeriahkan oleh penampilan spesial dari dua sejawat penyair, Firnita dan Lizzie Chan. Kita juga bisa mendengarkan kisah lengkap proses kreatif Natasha menulis buku ini, mengobrol santai dengan penulis dan para penampil, foto bareng, dan mengikuti sesi tanda tangan. 

Dapatkan juga hadiah terbatas dan harga khusus untuk pembelian buku di lokasi acara. Pendaftaran melalui penerbitkpg.qrd.by/launchances

***

Lampiran: 

  1. Tonton IG LIVE Bincang Buku Sebelum Terbit (BiBit) Chances, Spelled in Poetry di kanal YouTube Penerbit KPG 
  2. Foto buku oleh Fitriana Hadi/Dok. KPG di sini.
Posted in: Press Release
Be the first person to like this.