Kepustakaan Populer Gramedia
on November 24, 2022 17 views

Pada abad ke-8 dan ke-12, negara dengan penduduk mayoritas Muslim mengalami kejayaan ilmu pengetahuan dan sosio-ekonomi dibandingkan dengan negara-negara lain yang penduduk Muslimnya sedikit. Negara-negara ini bahkan berperan penting dalam perdagangan antarbenua. Namun pada abad ke-11 dan ke-12, kedudukan mulai terbalik. Negara mayoritas Muslim mandek dan semakin tertinggal dari Eropa Barat terutama antara abad ke-16 dan ke-18.

Menurut Ahmet T. Kuru, guru besar ilmu politik dan direktur Center for Islamic and Arabic Studies di San Diego University, masalah sosio-ekonomi dan politik negara Muslim kontemporer memiliki asal-usul sejarah yang panjang dan tidak bisa secara sederhana disimpulkan sebagai disebabkan agama Islam itu sendiri atau penjajahan Barat.

Lalu, apa faktor-faktor historis yang menjelaskan perbedaan itu dan menjadi akar masalah-masalah Muslim zaman sekarang? Temukan jawabannya dalam Diskusi Buku Islam, Otoritarianisme, dan Ketertinggalan bersama sang penulis langsung di sini.

Acara ini direkam pada Minggu, 30 Oktober jam 2 siang di Freedom Institute.

Be the first person to like this.